Perang Hibrida Membara, Indonesia Bisa Jadi Kunci Damai!

Perang Hibrida Membara, Indonesia Bisa Jadi Kunci Damai!

suaramedia.id – Konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran terus memanas tanpa menunjukkan tanda-tanda mereda, menciptakan ketidakpastian global. Situasi yang kompleks ini, menurut pengamat militer dan intelijen terkemuka, Susaningtyas Kertopati, bukan sekadar perang konvensional biasa, melainkan sebuah "perang hibrida" dengan elemen asimetris yang kuat. Di tengah gejolak ini, Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk memainkan peran krusial sebagai mediator aktif guna meredakan eskalasi.

Nuning, sapaan akrab Susaningtyas, menjelaskan bahwa perang hibrida adalah strategi tempur yang menggabungkan berbagai taktik untuk mengalahkan musuh. "Ini bukan hanya tentang konfrontasi militer langsung, tetapi juga melibatkan penggunaan proksi, serangan siber, dan sabotase," ujarnya baru-baru ini. Mantan anggota Komisi I DPR RI itu menambahkan, aspek yang tak kalah penting adalah perang kognitif dan informasi, yang bertujuan untuk memanipulasi persepsi dan opini publik secara luas.

Perang Hibrida Membara, Indonesia Bisa Jadi Kunci Damai!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

Medan perang kini juga merambah ke dunia maya, kata Nuning. "Kita bisa melihat bagaimana media sosial menjadi ajang penggiringan opini dan penyebaran berita hoaks yang masif, semua dengan tujuan tertentu," ungkapnya. Ia mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian (DFK), sebuah ancaman konten negatif yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa di tengah arus informasi yang deras dan tak terkendali.

Dengan posisi geopolitik yang strategis dan prinsip politik luar negeri bebas aktif, Indonesia memiliki modalitas unik untuk tampil sebagai penengah yang kredibel. Peran sebagai mediator aktif bukan hanya sekadar menawarkan meja perundingan, tetapi juga secara proaktif menjalin komunikasi dengan semua pihak yang berkonflik, mencari titik temu, dan mendorong solusi damai yang berkelanjutan. Keterlibatan Indonesia diharapkan dapat membuka jalan bagi deeskalasi dan mencegah konflik ini berlarut-larut menjadi ancaman yang lebih besar bagi stabilitas regional dan global.

Bayu Nata
Author: Bayu Nata

jurnalis di Suara Media yang fokus pada isu-isu sosial-politik dan tata kelola pemerintahan daerah. Tulisannya sering menyoroti kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan perkembangan dinamika politik di tingkat regional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar