suaramedia.id – Jakarta – Pemerintah Indonesia menghadapi tantangan krusial dalam mengelola arus informasi di media sosial. Laju penyebaran narasi liar di platform digital seringkali melampaui upaya klarifikasi resmi, secara perlahan mengikis kepercayaan publik terhadap pemegang kekuasaan. Fenomena ini, yang oleh founder Story of Anggy, Anggy Pasaribu, diistilahkan sebagai "Vacuum of Narrative", menjadi sorotan tajam dalam Dialog Demokrasi The Habibie Center yang berlangsung di Wisma Habibie-Ainun, Jakarta, pada Rabu (27/5/2026).

Related Post
Anggy Pasaribu secara tegas menyoroti minimnya peran pemerintah dalam mengambil kendali narasi. Konten kreator, dengan kelincahan mereka membumbui informasi demi atensi publik, jauh lebih unggul dibandingkan respons pemerintah yang cenderung lamban. Kesenjangan ini menciptakan ruang hampa informasi yang dengan cepat diisi oleh berbagai interpretasi, tak jarang bernada negatif dan spekulatif, bahkan hoaks.

Dalam forum bertema "Memperkuat Krisis Penyelenggara Negara untuk Ketahanan Demokrasi" itu, Anggy menjelaskan, "Aktor utama tidak cukup aktif membangun narasinya sendiri, maka publik akan mencari penjelasan dari pihak lain yang dianggap lebih cepat, lebih emosional. Dan ketika kepercayaan publik mulai menurun, maka kebijakan sebaik apa pun akan selalu lebih mudah dicurigai dibanding dipahami."
Menurut Anggy, era di mana pemerintah bisa mengandalkan rilis media dan konferensi pers sebagai instrumen utama penyampaian informasi kepada publik telah usai. Diperlukan adaptasi strategi komunikasi yang lebih dinamis dan personal, mampu bersaing dengan kecepatan dan karakter media sosial yang sangat personal.
Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi serius mengikis legitimasi pemerintah dan menghambat efektivitas implementasi kebijakan, sekalipun kebijakan tersebut sejatinya berpihak pada rakyat. Pemerintah dituntut untuk lebih proaktif dan strategis dalam membangun narasi. Tanpa itu, mereka akan terus terjebak dalam posisi defensif, sibuk memadamkan ‘api’ misinformasi dan hoaks yang tak henti-hentinya berkobar di jagat maya.









Tinggalkan komentar