suaramedia.id – Menteri Hak Asasi Manusia (MenHAM), Natalius Pigai, mendesak agar persidangan kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus, digelar secara transparan. Permintaan ini disampaikan Pigai dengan tegas, agar masyarakat luas dapat mengikuti setiap perkembangan proses hukum yang berjalan, demi memastikan keadilan ditegakkan secara utuh.

Related Post
Dalam keterangannya kepada wartawan pada Senin, Pigai menekankan pentingnya keterbukaan dari oditur militer dan para hakim yang menangani kasus ini. "Kami meminta supaya oditur militer dan para hakim benar-benar membuka secara transparan, agar disampaikan kepada publik sehingga publik bisa mengikuti perkembangan," ujar Pigai, sebagaimana dilansir oleh suaramedia.id.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses hukum harus berjalan secara objektif dan imparsial, tanpa adanya keberpihakan. Menurut Pigai, tujuan utama dari proses peradilan ini adalah untuk memberikan rasa keadilan yang seutuhnya bagi korban dan keluarga yang terdampak. "Kita berharap proses hukum dilakukan secara transparan, objektif, dan imparsial untuk mendapatkan rasa keadilan bagi keluarga korban," tambahnya.
Menanggapi desakan tersebut, Juru bicara Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Mayor Endah Wulandari, memastikan bahwa proses peradilan Andrie Yunus akan dilaksanakan secara terbuka. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk memantau dan mengikuti perkembangan kasus penting ini, sejalan dengan harapan MenHAM Natalius Pigai.










Tinggalkan komentar