WNI Ungkap Kekejian IDF: ‘Sangat Brutal, Tak Manusiawi!’

WNI Ungkap Kekejian IDF: 'Sangat Brutal, Tak Manusiawi!'

suaramedia.id – Kisah pilu dan pengakuan mengejutkan datang dari aktivis kemanusiaan Herman Budianto, salah satu dari sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Setelah berhasil kembali ke Tanah Air, Herman membeberkan pengalaman mengerikan saat ditangkap dan disiksa secara brutal oleh tentara Israel (IDF) ketika berupaya mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina.

Misi kemanusiaan yang mulia tersebut, yang bertujuan mengirimkan pasokan vital bagi warga Gaza yang terkepung, justru berakhir tragis. Kapal yang membawa rombongan WNI tersebut dicegat dan ditangkap oleh militer Israel saat masih berada di perairan internasional, jauh sebelum mencapai tujuan mereka di Gaza.

WNI Ungkap Kekejian IDF: 'Sangat Brutal, Tak Manusiawi!'
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Minggu (24/5/2026), Herman Budianto mengungkapkan rasa syukurnya bisa kembali dengan selamat, namun dengan luka batin mendalam. Ia menegaskan bahwa tindakan penyiksaan yang dialami oleh para peserta misi kemanusiaan selama penahanan adalah fakta yang tak terbantahkan.

"Kami menyampaikan bahwa memang penyiksaan-penyiksaan yang dilakukan oleh IDF itu nyata, sangat keji, sangat brutal," ujar Herman dengan nada prihatin. Ia merinci bahwa kekejaman tersebut dimulai sejak proses "penculikan" atau penangkapan paksa, dan berlanjut selama empat hari penuh penyiksaan yang intens.

Kesaksian Herman Budianto ini menjadi bukti baru atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang kerap dituduhkan kepada militer Israel dalam penanganan aktivis kemanusiaan di wilayah konflik. Pengalaman pahit sembilan WNI ini diharapkan dapat membuka mata dunia terhadap realitas brutal di lapangan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar