suaramedia.id – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, baru-baru ini menggarisbawahi permasalahan krusial mengenai tingginya angka pengangguran di Indonesia, khususnya di kalangan tenaga terdidik. Sorotan ini disampaikan dalam momen penting pelantikan pengurus Badan Riset dan Analisis Kebijakan (BARAK) Pusat PDIP untuk masa bakti 2025–2030.

Related Post
Dalam acara tersebut, Megawati secara resmi kembali menunjuk Andi Widjajanto sebagai pimpinan BARAK. Badan ini mengemban berbagai tugas strategis, antara lain membangun pusat data partai yang komprehensif, melakukan kajian mendalam terhadap proses legislasi nasional, merumuskan kebijakan berbasis ideologi kerakyatan, serta menyiapkan evaluasi dan transformasi organisasi partai agar lebih adaptif dan relevan.

Presiden ke-5 RI itu menekankan pentingnya riset berbasis sains sebagai fondasi utama bagi partai politik. Menurutnya, sebuah partai politik tidak dapat bergerak secara efektif dan efisien tanpa didukung oleh kajian dan data yang matang. "Sering kali orang berpikir kalau partai itu tidak memerlukan riset-riset. Padahal menurut saya, partai itu merupakan sebuah gerakan, riset itu adalah untuk sains," ujar Megawati dalam kesempatan tersebut.
Lebih lanjut, Megawati secara khusus menyoroti fenomena miris di mana banyak individu cerdas dan berpendidikan tinggi justru kesulitan mendapatkan pekerjaan. Ia mengungkapkan keprihatinannya setelah membaca laporan yang menyebutkan angka pengangguran di kalangan orang pintar mencapai jutaan. "Beberapa hari ini saya membaca di koran bahwa justru yang namanya orang-orang pintar kita itu tidak mempunyai pekerjaan sampai jumlahnya sedih sendiri melihat berita, katanya 1 juta," ungkapnya.
Oleh karena itu, Megawati memberikan mandat khusus kepada BARAK untuk segera mengurai tuntas persoalan ini. Ia meminta agar badan riset partai tersebut melakukan bedah mendalam untuk menemukan akar masalah mengapa para intelektual dan akademisi sulit terserap di dunia kerja, serta merumuskan solusi konkret untuk mengatasi tantangan tersebut. "Ini saya sedang suruh untuk membedah, sebetulnya apa alasannya tidak bisa kerja dan mengapa terjadi seperti itu," pungkasnya.








Tinggalkan komentar