Rusak Alam Sama Dengan Dosa Besar!

suaramedia.id – Merusak kelestarian alam bukan sekadar isu lingkungan, melainkan sebuah pelanggaran moral yang sangat fatal. Hal inilah yang ditegaskan oleh Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin), Budi Santoso Tanuwibowo, dalam sebuah pertemuan strategis di Jakarta Utara.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Khonghucu Yayasan Tepasalira, Penjaringan, pada Selasa (3/11/2026), Budi menyampaikan bahwa dalam ajaran Konghucu, tindakan tidak berbakti memiliki tingkatan yang sangat serius. Ketidakbakti ini tidak hanya terbatas pada orang tua atau leluhur, tetapi juga mencakup ketidakpatuhan terhadap negara dan bumi tempat manusia berpijak.

Rusak Alam Sama Dengan Dosa Besar!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

"Merusak alam sama artinya dengan melakukan pelanggaran moral paling berat," tegas Budi saat menyambut kunjungan silaturahmi Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Moh Jumhur Hidayat.

Pertemuan penting ini bertujuan untuk mempererat kolaborasi antarumat beragama dalam mendukung program pemerintah, yakni Gerakan Tobat Ekologis Nasional. Budi menjelaskan bahwa nilai-nilai etika lingkungan sebenarnya sudah mendarah daging dalam ajaran Konghucu melalui aturan-aturan praktis yang menjaga keseimbangan ekosistem.

Beberapa prinsip nyata yang diterapkan umat Konghucu dalam menjaga alam antara lain adalah larangan menebang pohon tanpa melakukan reboisasi. Selain itu, terdapat aturan ketat mengenai cara mengambil hasil alam, seperti larangan menggunakan jaring yang terlalu rapat saat menangkap ikan atau burung, hingga etika berburu yang tidak diperbolehkan melukai hewan yang sedang dalam masa istirahat.

Melalui sinergi antara Matakin dan Kementerian Lingkungan Hidup ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjaga bumi dapat meningkat, selaras dengan nilai-nilai spiritual yang menjunjung tinggi harmoni antara manusia dan alam semesta.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar