suaramedia.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Komisi XII secara gencar mendorong percepatan elektrifikasi di sektor transportasi. Langkah ini dinilai krusial untuk memangkas beban subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan memperkokoh struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan potensi penghematan hingga 30%.

Related Post
Wakil Ketua Komisi XII DPR, Sugeng Suparwoto, dalam pernyataannya baru-baru ini, menegaskan bahwa listrik harus menjadi tulang punggung utama energi nasional di masa mendatang. "Berdasarkan hitungan studi, penggunaan listrik di sektor rumah tangga dan transportasi dapat menghemat kurang lebih 30% dibandingkan penggunaan energi fosil bersubsidi," ujar Sugeng.

Sugeng menambahkan, kapasitas pasokan listrik domestik yang melimpah saat ini merupakan aset yang harus dioptimalkan. Dengan mengalihkan konsumsi energi masyarakat dari BBM dan LPG ke listrik, subsidi energi dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran. "Ini adalah langkah strategis untuk memastikan beban APBN kita berkurang. Dengan menjadikan listrik sebagai tulang punggung utama energi nasional, kita tidak hanya beralih ke energi bersih, tetapi juga menciptakan efisiensi anggaran yang signifikan," papar Sugeng, menggarisbawahi urgensi transisi ini.
Untuk memulai transisi ini, Sugeng menekankan bahwa elektrifikasi transportasi dapat dimulai dengan fokus pada kendaraan operasional pemerintah dan angkutan umum. Langkah awal yang terukur ini diyakini mampu menekan konsumsi BBM bersubsidi secara signifikan, memberikan dampak nyata pada keuangan negara.
Lebih jauh lagi, pemanfaatan optimal listrik domestik juga akan mengurangi ketergantungan pada impor energi. Hal ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menjaga stabilitas fiskal negara dalam jangka panjang, sembari mendorong penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.









Tinggalkan komentar