suaramedia.id – Aksi demonstrasi mahasiswa dari empat elemen perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengguncang kantor DPRD setempat, Selasa (9/9). Mereka menuntut penghapusan tunjangan perumahan dan transportasi bagi anggota dewan, di tengah masih banyaknya warga NTT yang hidup dalam kemiskinan. Aksi yang diwarnai pembakaran ban dan kericuhan dengan aparat kepolisian ini menjadi sorotan publik.

Related Post
Massa aksi yang jumlahnya cukup signifikan langsung dihadang oleh puluhan aparat kepolisian di depan gerbang kantor DPRD. Ketegangan pun tak terelakkan ketika mahasiswa nekat membakar ban sebagai bentuk protes. Aparat kepolisian langsung berupaya mencegah aksi tersebut, namun terjadilah aksi saling dorong dan kericuhan singkat antara mahasiswa dan petugas keamanan.

Suasana memanas diwarnai teriakan-teriakan mahasiswa yang menyuarakan aspirasi mereka. Mereka menilai tunjangan yang diterima anggota DPRD NTT terlampau besar dan tidak sebanding dengan kondisi masyarakat NTT yang masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan. Aksi ini menjadi bukti nyata keresahan mahasiswa terhadap kesenjangan sosial yang terjadi di daerah mereka. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak DPRD NTT terkait tuntutan para mahasiswa. Suaramedia.id akan terus memantau perkembangan situasi dan menyajikan informasi terbaru terkait demonstrasi ini.










Tinggalkan komentar