suaramedia.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung lokasi pengungsian banjir di Banjar Tohpati, Denpasar, Bali, Jumat (12/9). Gibran mendengarkan keluhan warga yang kehilangan rumah, surat-surat penting seperti KTP dan KK, serta kerusakan lainnya. "Masalah kerusakan rumah dan toko sudah di-assesment Pak Wali Kota dan Pak Wagub. Yang rusak akan diperbaiki," tegas Gibran.

Related Post
Fokus Gibran tak hanya pada kerusakan materi. Ia juga menekankan pentingnya pemulihan psikososial, khususnya bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Gibran menginstruksikan agar anak-anak pengungsi kembali bersekolah Senin (15/9). "Sekolah harus jalan! Fasilitas umum, terutama sekolah, tempat ibadah, dan pura, harus segera diperbaiki," tegas putra Presiden Jokowi itu. Ia juga meminta agar kesehatan pengungsi, terutama penyakit kulit pascabanjir, mendapat perhatian serius.

Sementara itu, berdasarkan data BNPB, banjir Bali telah mengakibatkan 16 korban jiwa dan dua lainnya masih dalam pencarian. Total 214 KK atau 659 jiwa terdampak, dengan 185 jiwa mengungsi. Pemerintah Provinsi Bali menetapkan masa tanggap darurat selama sepekan hingga 17 September, fokus pada perbaikan infrastruktur seperti jembatan, jalan, dan tembok penahan yang rusak. Genangan air di tujuh kabupaten/kota dilaporkan mulai surut, dan akses jalan utama perlahan pulih berkat kerja keras tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan relawan.










Tinggalkan komentar