suaramedia.id – Banjir bandang dan tanah longsor menerjang Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggalkan duka mendalam. Data terbaru dari Kapolres Nagekeo, AKBP. Rachmad Muchamad Salili, menyebutkan empat orang masih dinyatakan hilang hingga Selasa (9/9) malam. Yang lebih menyayat hati, dua dari empat korban hilang tersebut adalah bayi berusia 13 bulan dan 6 bulan. "Korban hilang dampak dari bencana alam banjir bandang di kecamatan Mauponggo adalah 1. Mariano Tom Busa Jago (29 tahun), 2. Archiles Adrianus Busa Jago (13 bulan), 3. Estin Co,o (umur tidak diketahui), 4. Bayi umur 6 bulan, anak dari Estin Co,o (nama belum diketahui)," ungkap Rachmad melalui pesan tertulis yang diterima suaramedia.id.

Related Post
Selain korban hilang, bencana ini juga telah merenggut tiga nyawa. Korban meninggal dunia terdiri dari satu laki-laki dewasa, satu perempuan lanjut usia (60 tahun), dan satu bayi perempuan berusia enam bulan. "Korban yang meninggal dunia: 1. Remigius Sopi Bela (35 tahun), 2. Fancelina Meli Boa (60 tahun), ibu mertua dari Remigius Sopi Bela, 3. Kinan Nua (6 bulan), anak kandung dari Remigius Sopi Bela," jelas Rachmad. Remigius Sopi Bela dan anaknya, Kinan Nua, merupakan warga Desa Sawu, Kecamatan Mauponggo, sementara Fancelina Meli Boa berasal dari Desa Rega, Kecamatan Boawae.

Kapolsek Mauponggo, Ipda Dewa Putu Suriawan, menambahkan ketiga korban meninggal merupakan satu keluarga yang tinggal serumah dan terjebak banjir di dalam pondok dekat kali Malasawu. Jenazah mereka telah dievakuasi dan disemayamkan. Hujan deras sejak Senin (8/9) dini hari sekitar pukul 02.00 WITA menyebabkan sungai Theodai 1 dan 2 meluap, mengakibatkan banjir dan merendam rumah warga di lima desa: Maukeli, Lokalobo, Ae Woe, Loda Ola, dan Wolo Kisa. Upaya pembukaan akses jalan yang terputus akibat longsor sedang dilakukan menggunakan dua alat berat, namun komunikasi dan listrik di Desa Sawu masih terputus total, sehingga jumlah warga yang terdampak belum dapat dipastikan.










Tinggalkan komentar