Skandal Buku Gibran End Game: Rismon Sianipar Dipolisikan!

Skandal Buku Gibran End Game: Rismon Sianipar Dipolisikan!

suaramedia.id – Dunia hukum dan literasi kembali dihebohkan dengan munculnya laporan dugaan penipuan yang menyeret nama Rismon Sianipar. Penulis buku berjudul kontroversial "Gibran End Game" tersebut kini harus berhadapan dengan aparat kepolisian setelah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Irwan Arya, mantan Ketua DPRD Morowali. Laporan ini berkaitan dengan dugaan penipuan dan perbuatan curang dalam transaksi penjualan buku.

Laporan resmi yang diajukan Irwan Arya telah terdaftar dengan nomor LP/B/2952/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA pada tanggal 24 April 2026. Irwan Arya mengungkapkan bahwa ia merasa menjadi korban penipuan setelah melakukan pembelian sejumlah eksemplar buku "Gibran End Game".

Skandal Buku Gibran End Game: Rismon Sianipar Dipolisikan!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

"Saya melaporkan saudara Rismon Sianipar karena merasa tertipu telah membeli buku Gibran End Game di mana saya rencana membeli 200 hingga 300 buku dan baru membayar 60 buku," jelas Irwan kepada awak media pada Jumat (24/4/2026) malam, menguraikan kerugian yang ia alami.

Menanggapi laporan yang mengejutkan ini, kuasa hukum Rismon Sianipar, Jahmada Girsang, angkat bicara. Saat dihubungi suaramedia.id pada Sabtu (25/4/2026), Jahmada menyatakan bahwa pihaknya belum menerima detail lengkap mengenai materi laporan serta pasal-pasal yang dituduhkan kepada kliennya.

"Saya Jahmada Girsang dan klienku Rismon menunggu tentang laporan itu, sebab kami tidak tahu pasal-pasal yang dilaporkan tentang peristiwa apa? Nanti pasti semua berjalan sesuai aturan hukum acara pidana yang baru," terang Jahmada, menegaskan kesiapan pihaknya untuk mengikuti seluruh prosedur hukum yang berlaku.

Kasus ini bermula dari niat Irwan Arya untuk membeli ratusan eksemplar buku "Gibran End Game". Meskipun telah membayar untuk 60 eksemplar, Irwan merasa ada kejanggalan yang membuatnya merasa dirugikan, sehingga memutuskan untuk menempuh jalur hukum guna mencari keadilan. Pihak kepolisian kini tengah mendalami laporan ini untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik dugaan penipuan tersebut.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar