Koalisi Sipil Murka: Dalang Penyiraman KontraS Harus Terungkap!

Koalisi Sipil Murka: Dalang Penyiraman KontraS Harus Terungkap!

suaramedia.id – Koalisi Masyarakat Sipil melayangkan kecaman keras terhadap insiden brutal penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Aksi keji yang diduga dilakukan oleh empat oknum anggota TNI ini dinilai sebagai serangan langsung terhadap demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia, memicu desakan kuat agar kasus ini diusut tuntas hingga ke akar-akarnya.

Insiden kekerasan yang menargetkan aktivis hak asasi manusia ini telah menimbulkan gelombang kemarahan dan keprihatinan di kalangan masyarakat sipil. Andrie Yunus menjadi korban dari tindakan yang tidak hanya mencederai individu, tetapi juga dianggap sebagai upaya membungkam suara-suara kritis yang memperjuangkan keadilan.

Koalisi Sipil Murka: Dalang Penyiraman KontraS Harus Terungkap!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan kasus ini. "Kami sangat menyayangkan jika penyelesaian kasus ini dilakukan melalui jalur peradilan militer," ujar Usman pada Rabu (18/3/2026), seraya mendesak agar keempat tersangka dituntut secara pidana melalui sistem peradilan umum.

Kekhawatiran utama Usman Hamid terletak pada potensi peradilan militer yang dapat "menghilangkan tingkat keseriusan (severity) dan sifat sistematis" dari kasus ini. Menurutnya, peradilan umum akan lebih mampu menjamin proses hukum yang adil dan terbuka bagi publik, sehingga kebenaran dapat terungkap sepenuhnya.

Lebih lanjut, Koalisi Masyarakat Sipil mendesak agar penyelidikan tidak berhenti pada pelaku lapangan. "Kasus ini harus diusut secara tuntas hingga ke aktor intelektualnya dan tidak berhenti pada pelaku lapangan," tandas Usman Hamid, mewakili suara koalisi. Desakan ini mencerminkan keyakinan bahwa aksi penyiraman air keras tersebut bukan sekadar tindakan individu, melainkan mungkin bagian dari skenario yang lebih besar yang melibatkan "dalang" atau aktor intelektual.

Penangkapan empat prajurit terduga pelaku oleh Puspom TNI adalah langkah awal yang diapresiasi, namun koalisi menekankan bahwa proses hukum harus berjalan di jalur yang tepat dan transparan demi menegakkan keadilan serta mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Bayu Nata
Author: Bayu Nata

jurnalis di Suara Media yang fokus pada isu-isu sosial-politik dan tata kelola pemerintahan daerah. Tulisannya sering menyoroti kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan perkembangan dinamika politik di tingkat regional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar