KPK Menggertak: Lebaran Bukan Libur Korupsi, Kami Siap Sikat!

suaramedia.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melayangkan peringatan keras kepada seluruh penyelenggara negara, termasuk para kepala daerah, untuk tidak sekalipun mencoba melakukan praktik rasuah. Lembaga Antirasuah ini menegaskan bahwa proses penindakan akan tetap berjalan tanpa henti, bahkan di tengah suasana libur panjang Lebaran 2026 mendatang.

Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

Peringatan tegas ini disampaikan langsung oleh Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. Pernyataan tersebut muncul dalam konferensi pers terkait penahanan Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, yang baru-baru ini terjerat operasi tangkap tangan (OTT) atas dugaan pemerasan terhadap sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) demi Tunjangan Hari Raya (THR) pribadi serta Forkopimda.

Asep Guntur Rahayu dengan lugas menyatakan bahwa momentum Lebaran tidak akan menjadi celah bagi para koruptor untuk beraksi. "Jangan berpikir bahwa kami karena Lebaran terus kami mau mudik, pulang gitu ya dan membiarkan terjadinya tindak-tindak korupsi di rentang waktu ke depan ini, tidak. Kami akan tetap hadir untuk melakukan penindakan apabila masih bandel melakukan tindak pidana korupsi, seperti itu," tegas Asep, sebagaimana dikutip suaramedia.id pada Minggu (15/3/2026).

Kasus Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman sendiri menjadi contoh nyata bagaimana praktik rasuah masih berani dilakukan. KPK mengungkapkan bahwa dalam aksinya, Bupati Syamsul tidak hanya memeras SKPD untuk memenuhi kebutuhan THR pribadinya, namun bahkan ada indikasi beberapa pihak SKPD terpaksa berutang demi memenuhi permintaan tersebut. Peringatan ini menjadi sinyal kuat bahwa KPK tidak akan mengendurkan pengawasan, bahkan di hari-hari libur sekalipun.


Bayu Nata
Author: Bayu Nata

jurnalis di Suara Media yang fokus pada isu-isu sosial-politik dan tata kelola pemerintahan daerah. Tulisannya sering menyoroti kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan perkembangan dinamika politik di tingkat regional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar