suaramedia.id – Kementerian Agama (Kemenag) dijadwalkan akan menyelenggarakan Sidang Isbat guna menetapkan awal bulan Zulhijjah 1447 Hijriah serta Hari Raya Iduladha 2026. Acara penting ini akan berlangsung pada Minggu, 17 Mei 2026, bertempat di Auditorium HM Rasjidi, kompleks kantor Kemenag, Jakarta. Penetapan ini krusial karena bertepatan dengan tanggal 29 Zulkaidah 1447 H, yang merupakan batas akhir penentuan awal bulan baru dalam kalender Hijriah.

Related Post
Rangkaian sidang isbat ini akan dibagi menjadi tiga tahapan utama yang terencana. Dimulai pukul 16.30 WIB, sesi pertama akan diisi dengan seminar terbuka untuk umum mengenai posisi hilal awal Zulhijjah 1447 H. Kemudian, setelah salat Magrib, sekitar pukul 18.00 WIB, akan dilanjutkan dengan sesi inti sidang isbat yang bersifat tertutup, di mana para ahli dan perwakilan organisasi Islam akan berdiskusi dan mengambil keputusan berdasarkan data rukyatulhilal dan hisab. Puncaknya, pada pukul 19.00 WIB, Kemenag akan menggelar konferensi pers untuk mengumumkan secara resmi hasil penetapan awal Zulhijjah 1447 H dan tanggal Hari Raya Iduladha 2026 kepada publik.

Sebelumnya, organisasi Islam Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Iduladha 1447 H jatuh pada 27 Mei 2026. Oleh karena itu, hasil sidang isbat Kemenag ini sangat dinantikan untuk menyelaraskan penetapan tanggal secara nasional dan memastikan kesatuan umat dalam merayakan hari besar keagamaan.
Sebagai bagian dari persiapan matang, rapat pemantapan dan persiapan rukyatulhilal telah diselenggarakan secara daring pada 5 Mei 2026. Rapat tersebut melibatkan jajaran Bidang Urusan Agama Islam dan Bimas Islam dari seluruh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi se-Indonesia. Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, sebelumnya menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga. Menurutnya, hal ini krusial untuk menjamin bahwa pelaksanaan rukyatulhilal berlangsung dengan baik, akurat, serta dapat dipertanggungjawabkan, baik dari aspek syariat maupun administratif.











Tinggalkan komentar