suaramedia.id – Analis kebijakan publik terkemuka, M Said Didu, menyoroti urgensi kehadiran suara-suara kritis dalam dinamika bernegara. Menurutnya, tanpa individu-individu yang berani menyuarakan pandangan berbeda, suasana diskursus publik di Indonesia akan terasa hampa dan kurang berkembang. Pernyataan ini ia sampaikan dalam siniar "To The Point Aja" yang tayang di YouTube SindoNews, baru-baru ini.

Related Post
Said Didu menegaskan bahwa negara ini membutuhkan pemikir-pemikir yang tidak takut untuk bersikap kritis. "Jangan juga semua orang kritis itu ditakut-takuti," ujarnya lugas. Ia bahkan mengibaratkan, "Betapa sepinya Indonesia ini kalau Rocky Gerung nggak ada, Said Didu nggak ada, Feri Amsari nggak ada, siapa profesor, perlu juga supaya rame-rame sedikit." Keberadaan mereka, lanjutnya, justru menjadi penyeimbang dan pemicu dinamika yang sehat dalam bernegara.

Sebagai mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan pengalaman 32 tahun berkecimpung di pemerintahan, Said Didu mengklaim memiliki pemahaman mendalam tentang seluk-beluk dan dinamika internal birokrasi. Pengetahuannya ini menjadi landasan kuat bagi pandangannya mengenai pentingnya masukan dari luar sistem.
Dalam kesempatan yang sama, Said Didu juga menyinggung perkembangan positif terkait respons Presiden terpilih Prabowo Subianto. Ia mengamati bahwa Presiden Prabowo kini mulai menunjukkan keterbukaan untuk mendengarkan berbagai masukan yang datang dari masyarakat. Perubahan sikap ini, menurutnya, tidak lepas dari "tekanan rakyat" yang terus disuarakan.
Pria kelahiran Sulawesi Selatan ini mengambil contoh kasus BGN (Badan Geologi Nasional, jika konteksnya adalah lembaga atau kebijakan) yang ia sebut sebagai "benteng" atau "pride" awal Presiden. "BGN ini kan ibarat bentengnya dia. ‘Jangan ganggu saya. Ini pride saya.’ Itu kan awalnya, tapi ternyata mendengar juga," jelas Said Didu. Ia optimis, jika persoalan sensitif seperti BGN saja sudah didengar, maka isu-isu lain yang menjadi perhatian publik juga akan mendapatkan atensi serupa dari pemimpin negara. Ia berharap, keterbukaan ini akan terus berlanjut demi kemajuan bangsa.








Tinggalkan komentar