suaramedia.id – Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) sukses menorehkan prestasi gemilang dengan meraih penghargaan istimewa dalam ajang Digital Innovation Awards (DIA) 2026. Apresiasi bergengsi ini diserahkan langsung di MNC Conference Hall, iNews Tower, Jakarta, pada Jumat (22/5/2026), dalam sebuah seremoni yang penuh khidmat.

Related Post
Kemenko Kumham Imipas dinobatkan sebagai pemenang dalam kategori "Digital Innovation in Public Services". Keberhasilan ini tak lepas dari inisiatif Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) kementerian koordinator yang baru saja dibentuk. Berkat PPID ini, ekosistem layanan informasi publik kini menjadi jauh lebih mudah diakses oleh masyarakat kapan saja. Terobosan digital ini memungkinkan warga untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan tanpa harus terikat jadwal tertentu, bahkan mampu merespons kebutuhan pengguna dengan sangat cepat dan efisien.

Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. "Sekarang kami melakukan sebisa-bisanya yang dapat kami kerjakan dan ternyata bahwa informasi yang kami berikan melalui berbagai media digital itu sudah dapat menjangkau lapisan masyarakat yang luas, begitu juga pelayanan-pelayanan lain," ujar Yusril pada kesempatan tersebut. Ia menegaskan komitmen kementeriannya untuk terus berinovasi demi pelayanan terbaik.
Lebih lanjut, Yusril menjelaskan bahwa inovasi digital yang telah terbukti efektif ini akan direplikasi dan diterapkan pada tiga kementerian di bawah koordinasi Kemenko Kumham Imipas. Langkah strategis ini bertujuan untuk memastikan bahwa pemerintah dapat menyajikan pelayanan yang luar biasa cepat dan berbasis digital kepada seluruh lapisan masyarakat. "Supaya bisa memberikan pelayanan-pelayanan yang luar biasa cepatnya berbasiskan digital dan saya kira itu sangat penting bagi kemajuan bangsa dan negara kita," tambahnya, menyoroti urgensi digitalisasi dalam kemajuan negara.
Meski demikian, Yusril juga menekankan pentingnya peran kecerdasan alami masyarakat dalam menopang kemajuan digital ini. Menurutnya, kecerdasan manusia harus terus diasah untuk dapat melengkapi dan mengisi celah yang mungkin tidak dapat dijangkau oleh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). "Hanya satu kuncinya, kita harus makin cerdas, makin tajam pemikiran kita, dan makin luas juga apa namanya wawasan pemikiran kita untuk memahami berbagai hal yang mungkin tidak seluruhnya dapat dilakukan Artificial Intelligence/AI," pungkas Yusril, mengingatkan bahwa teknologi adalah alat, sementara kecerdasan manusia adalah fondasi utamanya.









Tinggalkan komentar