suaramedia.id – Menjelang perhelatan akbar Musyawarah Besar (Mubes) Kosgoro 1957, sebuah nama mulai mencuat sebagai kandidat kuat calon ketua umum untuk periode kepemimpinan 2026-2031: La Ode Safiul Akbar. Sosok yang dikenal dengan rekam jejaknya yang mumpuni ini menyatakan kesiapannya untuk memimpin organisasi kekaryaan tersebut, membawa visi dan misi yang segar.

Related Post
Bagi La Ode, kursi pimpinan Kosgoro 1957 bukanlah sekadar lambang status atau kekuasaan semata. Ia memandang posisi tersebut sebagai garda terdepan untuk membumikan kembali ideologi kekaryaan yang menjadi landasan organisasi yang lahir pada 10 November 1957 itu. "Organisasi ini adalah ekosistem yang harus terus diberdayakan, bukan sekadar struktur yang dikuasai," tegasnya, menggarisbawahi filosofi kepemimpinannya yang berorientasi pada pengembangan.

Perjalanan hidup pria berdarah Muna, Sulawesi Tenggara, ini adalah cerminan dari semangat perjuangan dan kegigihan. Memulai karier dari titik nol, La Ode Safiul Akbar mengawali pendidikan dasarnya di kampung halaman sebelum memutuskan merantau ke Pulau Jawa. Di sana, ia mengasah karakter dan spiritualitasnya di Pondok Pesantren Gontor, sebuah institusi yang dikenal mencetak pemimpin berintegritas. Tak berhenti di situ, semangat belajarnya membawanya hingga meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari Ateneo de Manila University, Filipina, melengkapi bekal intelektualnya.
Kiprah La Ode dalam struktur organisasi yang berafiliasi dengan Partai Golkar ini bukan tanpa akar yang kuat. Sebelum memantapkan diri sebagai seorang pengusaha dan politisi, ia aktif di berbagai organisasi kepemudaan. Pengalaman ini membentuknya menjadi tulang punggung kaderisasi Kosgoro 1957, memberinya pemahaman mendalam tentang dinamika dan kebutuhan organisasi dari level paling bawah hingga puncak.
Dengan bekal pendidikan yang mumpuni, pengalaman organisasi yang solid, serta visi yang jelas, La Ode Safiul Akbar siap menawarkan kepemimpinan yang transformatif bagi Kosgoro 1957. Mubes mendatang diprediksi akan menjadi ajang pertarungan ide dan gagasan untuk menentukan arah organisasi kekaryaan ini di masa depan, dengan La Ode sebagai salah satu figur kunci yang siap membawa perubahan.











Tinggalkan komentar