suaramedia.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara tegas menyoroti urgensi penyusunan Studi Kelayakan (Feasibility Study/FS) untuk pengembangan Layanan Kedaruratan 112 Nasional. Penekanan ini disampaikan dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) yang membahas perumusan konsep dan kerangka FS di Jakarta, baru-baru ini, menandakan langkah serius pemerintah dalam meningkatkan respons darurat.

Related Post
Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Ditjen Bina Adwil) Kemendagri, Sri Purwaningsih, menjelaskan bahwa langkah ini krusial untuk menyelaraskan visi dan misi antarberbagai pemangku kepentingan. Penyelarasan awal ini mencakup prinsip dasar serta arah strategis pengembangan layanan yang vital bagi masyarakat tersebut, memastikan semua pihak memiliki pemahaman yang sama.

Sri Purwaningsih menggarisbawahi bahwa Layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112 telah menjadi tulang punggung penanganan insiden darurat di Indonesia selama hampir satu dekade. Namun, memasuki tahun kesepuluh operasionalnya, layanan ini menghadapi serangkaian tantangan kompleks. Tantangan tersebut meliputi disparitas kesiapan di berbagai daerah, beragamnya model operasional, hambatan integrasi data antarlembaga, kurangnya standarisasi layanan, hingga tahapan pembangunan yang belum merata di seluruh wilayah.
"Kompleksitas ini menuntut sebuah perencanaan yang tidak hanya komprehensif dan terintegrasi, tetapi juga harus berbasis pada kebutuhan riil di lapangan," tegas Sri. Ia menambahkan, tanpa perencanaan matang, pengembangan layanan 112 berisiko tidak efektif, kurang berkelanjutan, dan tidak selaras dengan kebijakan nasional yang ada. Pernyataan ini menegaskan perlunya pendekatan yang lebih strategis dan terukur.
Oleh karena itu, penyusunan Studi Kelayakan (FS) Pembangunan Layanan Kedaruratan 112 Nasional menjadi sangat vital. Dokumen ini diharapkan menjadi acuan strategis utama, dengan hasil FGD yang baru saja diselenggarakan menjadi salah satu fondasi penting dalam penyusunannya, demi mewujudkan layanan kedaruratan yang responsif dan andal bagi seluruh lapisan masyarakat.










Tinggalkan komentar