Cak Imin: Label ‘Wahabi Lingkungan’ Saat Krisis Iklim Mengancam!

Cak Imin: Label 'Wahabi Lingkungan' Saat Krisis Iklim Mengancam!

suaramedia.id – Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menyoroti kerusakan lingkungan yang sudah sangat ekstrem di Indonesia bahkan dunia. Dalam acara peluncuran PKB Eco Generation (ECOGEN) di Jakarta Selatan, Sabtu (12/7), Cak Imin memberikan sindiran halus terhadap pihak yang mencap kelompok pro-lingkungan sebagai "Wahabi Lingkungan"—istilah yang sebelumnya dilontarkan oleh Ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla. Ulil sebelumnya menyebut organisasi seperti Greenpeace dan Walhi sebagai "Wahabi Lingkungan".

"Ada isu yang menyebut gerakan perlindungan lingkungan yang ekstrim sebagai ‘Wahabi Lingkungan’," ungkap Cak Imin. Ia melanjutkan, "Saya memahami gerakan pro-lingkungan yang ekstrim karena kerusakan lingkungan juga sudah sangat ekstrim. Ini bukan lagi perubahan iklim (climate change), melainkan krisis iklim. Levelnya sudah mengerikan!"

Cak Imin: Label 'Wahabi Lingkungan' Saat Krisis Iklim Mengancam!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Cak Imin menegaskan keprihatinannya terhadap kondisi lingkungan. PKB, menurutnya, telah berupaya membangun paradigma hijau sejak 2003 dengan merevisi undang-undang yang tidak ramah lingkungan. Namun, ia mengakui, upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil karena keterbatasan kekuatan PKB.

"Perbaikan lingkungan butuh langkah struktural dan gerakan sosial," tegas Cak Imin. Ia mengapresiasi berdirinya PKB Ecogen sebagai kekuatan baru dalam gerakan pelestarian lingkungan. "Kita perlu bergerak melalui politik, pemerintahan, undang-undang, kebijakan, dan juga melalui gerakan sosial dan advokasi," tambahnya. Dengan demikian, Cak Imin menekankan pentingnya kolaborasi antara langkah struktural dan kultural dalam mengatasi krisis lingkungan.

Bayu Nata
Author: Bayu Nata

jurnalis di Suara Media yang fokus pada isu-isu sosial-politik dan tata kelola pemerintahan daerah. Tulisannya sering menyoroti kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan perkembangan dinamika politik di tingkat regional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar