suaramedia.id – Anggota Komisi IX DPR RI, Ravindra Airlangga, mendesak pemerintah untuk segera memperkuat langkah mitigasi nasional. Desakan ini muncul sebagai respons antisipasi terhadap potensi masuknya hantavirus varian Andes ke Tanah Air, sebuah ancaman yang disebutnya tidak boleh dianggap remeh. Pengawasan ketat di seluruh pintu masuk negara, penguatan sistem surveilans, serta kesiapan laboratorium dan fasilitas kesehatan menjadi fokus utama yang harus dipastikan oleh pemerintah.

Related Post
Meski Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan risiko global dari kasus hantavirus varian Andes yang terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius berada pada level rendah, Ravindra menegaskan bahwa kewaspadaan nasional harus tetap dipertahankan. "Kendati WHO menyebut risikonya minim dan ini bukan indikasi pandemi baru, pemerintah wajib menyiapkan mitigasi komprehensif. Kita tidak boleh sedikit pun lengah," ujar legislator dari Fraksi Partai Golkar tersebut dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (21/5/2026).

Menurut Ravindra, penguatan pengawasan di seluruh pintu masuk negara, baik bandara internasional maupun pelabuhan laut, menjadi krusial. Ia mendesak agar balai kekarantinaan kesehatan disiagakan penuh dan sistem surveilans diperkuat. Selain itu, skrining kesehatan menyeluruh bagi penumpang dari kapal dan pesawat, khususnya yang memiliki riwayat perjalanan dari kawasan berisiko tinggi seperti Amerika Selatan, harus menjadi prioritas. Kesiapan laboratorium dan fasilitas rumah sakit juga tak luput dari perhatiannya.
Ravindra menjelaskan bahwa hantavirus varian Andes memiliki karakteristik unik dan berbahaya. Ini adalah satu-satunya varian hantavirus yang diketahui mampu menular antarmanusia melalui kontak erat dan berkepanjangan. Berasal dari kawasan Amerika Selatan, virus ini dapat memicu sindrom kardiopulmoner yang berpotensi fatal dengan tingkat kematian yang signifikan. "Varian Andes ini berbeda karena bisa menular dari manusia ke manusia. Meskipun belum ada laporan deteksi di Indonesia hingga saat ini, tingkat kewaspadaan kita harus tetap tinggi," pungkas Ravindra.











Tinggalkan komentar