suaramedia.id – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) secara resmi membuka gelaran bergengsi 8th International Hajj Fund Forum (IHFF) 2026 di Jakarta, Kamis (15/10/2026). Forum internasional ini merupakan bagian integral dari rangkaian Indonesia Shariah Economic Festival (ISEF) 2026 yang bertujuan merumuskan strategi masa depan pengelolaan dana haji dunia.

Related Post
Penyelenggaraan IHFF tahun ini didorong oleh urgensi menghadapi tantangan kompleks dalam manajemen dana haji. Fokus utamanya bukan sekadar memastikan ketersediaan biaya penyelenggaraan ibadah, melainkan bagaimana menciptakan nilai manfaat yang berkelanjutan bagi jutaan calon jemaah haji saat ini hingga generasi mendatang.

Mengangkat tema "Pengelolaan Dana Haji Berkelanjutan Melalui Sinergi Strategis dan Transformasi Digital", forum ini dirancang sebagai wadah dialog global. Tujuannya adalah memperkuat tata kelola, mendorong investasi yang bertanggung jawab, serta membangun ekosistem haji dan umrah yang tangguh melalui kolaborasi lintas lembaga.
Salah satu agenda yang paling menarik perhatian adalah pembahasan mengenai konsep "Kampung Haji Indonesia". Selain itu, para peserta juga akan mendalami pembangunan ekosistem keuangan haji yang berkelanjutan serta penguatan tata kelola haji global melalui inovasi teknologi digital.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi dan pemangku kepentingan strategis. Beberapa pembicara utama yang memberikan paparan meliputi Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, serta Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy. Selain itu, hadir pula Managing Director Stakeholder Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, yang memaparkan visi mengenai Kampung Haji Indonesia.
Diskusi panel dalam forum ini juga akan melibatkan tokoh-tokoh kunci lainnya, di antaranya Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah, Konsul Jenderal RI di Jeddah Sugiri Suparwan, Kepala Komisi Haji Nasional Nigeria (NAHCON) Amb Ismail Abba Yusuf, serta CEO ISRA Consulting Mohamed Eskandar Shah Mohd Rasidi. Melalui sinergi ini, diharapkan tercipta standar baru dalam pengelolaan dana haji yang lebih transparan dan inovatif di kancah internasional.










Tinggalkan komentar