suaramedia.id – Di tengah sorotan publik dan spekulasi mengenai intensitas Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan, Kementerian Pertahanan (Kemhan) akhirnya buka suara. Kemhan menegaskan bahwa materi latihan fisik yang diberikan kepada peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2026 tidak melibatkan aktivitas berat, melainkan fokus pada pembentukan disiplin dasar.

Related Post
Mayjen Ketut Gede Wetan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, dalam konferensi pers di Gedung Kemhan pada Sabtu (27/6/2026), menjelaskan secara rinci materi yang diberikan. "Kegiatan-kegiatan fisik sesuai dengan yang sudah dilaksanakan itu adalah senam, kemudian jalan, PBB (Peraturan Baris Berbaris), dan PPM (Peraturan Penghormatan Militer)," ujarnya. Ia menambahkan, "Jadi belum ada kegiatan yang memang menentukan kegiatan fisik berat."

Menurut Mayjen Ketut, kegiatan ini merupakan fondasi awal yang krusial dalam proses penanaman disiplin dan nation building atau pembangunan bangsa bagi para peserta SPPI. Diklat Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sendiri telah dibuka secara resmi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu (17/6/2026) lalu, dengan momen upacara pembukaan yang turut diabadikan melalui akun Instagram Kemhan.
Selanjutnya, para peserta akan menerima materi lanjutan yang relevan dengan bidang mereka. Materi terkait manajerial Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan diampu oleh Kementerian Koperasi, sementara materi untuk manajerial koperasi nelayan merah putih akan diberikan oleh Kementerian Kelautan.
Klarifikasi dari Kemhan ini muncul menyusul berbagai kekhawatiran publik, termasuk desakan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang sempat meminta agar Latsarmil peserta SPPI dihentikan, dengan alasan keselamatan dan kekhawatiran akan adanya latihan fisik yang berlebihan. Dengan penjelasan ini, Kemhan berupaya meredakan spekulasi dan menegaskan fokus program pada pembentukan karakter dan disiplin, bukan pada pelatihan militer yang intens.








Tinggalkan komentar