suaramedia.id – Kreator konten Mikhael Sinaga baru-baru ini melontarkan pengakuan mengejutkan terkait polemik kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Dalam sebuah program televisi, Mikhael mengungkapkan bahwa salah satu pihak yang terlibat aktif dalam kasus tersebut, Rismon Sianipar, secara berulang kali mengeluhkan masalah pendanaan selama proses hukum berlangsung.

Related Post
Pengungkapan ini disampaikan Mikhael dalam program "Rakyat Bersuara" yang tayang di iNews, dengan tajuk "Uang Rp50 Miliar di Kasus Ijazah?" pada Selasa (7/4/2026). Menurut Mikhael, dari semua pihak yang telah menjadi terlapor hingga tersangka dalam pusaran kasus ini, hanya Rismon Sianipar yang secara konsisten menyuarakan kekhawatiran mengenai biaya operasional.

"Nah, kalau dari semua terlapor dan sebagainya jadi tersangka, yang pernah komplain tentang pendanaan atau pengeluaran, saya berapa kali bersama Pak Roy Suryo selama setahun ini tidak pernah ada komplain satu pun tentang uang. Yang selalu komplain tentang uang hanya Rismon," ujar Mikhael, seperti dilansir oleh suaramedia.id.
Mikhael tak segan memberikan contoh konkret mengenai keluhan yang kerap dilontarkan Rismon. "Yang selalu komplain tentang uang, ‘Aduh, ke Solo lagi, nggak ada duit. Aduh, ke ini lagi, keluar segini dong, keluar segitu dong.’ Itu selalu Rismon. Suruh dia bicara. Saya saja tidak pernah komplain," tambahnya, menyoroti perbedaan sikap di antara mereka yang terlibat.
Lebih jauh, Mikhael bahkan menyinggung potensi pendapatan dari kanal YouTube milik Rismon Sianipar. Ia menduga bahwa pemasukan dari platform media sosial tersebut seharusnya cukup untuk menutupi kebutuhan operasional, bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah jika diakumulasikan. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai alasan di balik keluhan pendanaan Rismon yang terus-menerus.








Tinggalkan komentar