Terkuak! Jejak Ayah Prabowo Bentuk Raksasa Sawit RI

Terkuak! Jejak Ayah Prabowo Bentuk Raksasa Sawit RI

suaramedia.id – JAKARTA – Sejarah selalu menyimpan kejutan, dan kali ini, sebuah buku baru berhasil mengungkap fakta fundamental di balik salah satu pilar ekonomi Indonesia. Diluncurkan bertepatan dengan hari jadi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) ke-45, buku berjudul "45 Tahun GAPKI untuk Negeri: Berkontribusi Mewujudkan Indonesia Emas 2045" menyibak tabir bahwa gagasan awal pembentukan asosiasi strategis ini ternyata berasal dari pemikiran visioner Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo, ayah kandung Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Para penulis buku ini tidak hanya menyajikan data dan fakta, melainkan juga analisis mendalam dengan sentuhan emosional, menjadikan kisah masa lalu sebagai cermin untuk menatap tantangan masa depan. Ingatan ini tentu sangat sentimental bagi Prabowo Subianto, mengingat sang ayah adalah sosok di balik semangat nasionalisme dan tekad memajukan Indonesia melalui industri sawit.

Terkuak! Jejak Ayah Prabowo Bentuk Raksasa Sawit RI
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo, seorang begawan ekonomi yang telah merumuskan kebijakan ekonomi Indonesia sejak awal kemerdekaan, tidak hanya menyarankan para pengusaha sawit untuk mengorganisasi diri. Lebih dari itu, mantan Menteri Keuangan (1951-1952) dan Menteri Perindustrian (1973-1978) ini bahkan memfasilitasi pertemuan penting dengan para pejabat kala itu, sebuah langkah yang tidak mudah tanpa bantuannya. Berkat dorongan dan fasilitasi beliau, GAPKI akhirnya resmi terbentuk pada Februari 1981. Tujuannya jelas: menciptakan wadah komunikasi yang efektif bagi industri sawit untuk berdialog dengan pemerintah, petani, masyarakat, hingga pemain global, demi menghadapi permasalahan yang semakin kompleks.

Sejak kelahirannya, kiprah GAPKI dapat dibagi dalam tiga fase krusial. Dimulai dari tahap membangun perkebunan sawit nasional (1981-1999), kemudian menakhodai industri sawit menghadapi badai tekanan global (2000-2015), hingga kini memasuki fase konsolidasi menuju tata kelola berkelanjutan (2016-2025). Dalam setiap langkahnya, GAPKI tak gentar berargumentasi dan mengambil risiko, sembari menunjukkan kecermatan dalam membaca hakikat interaksi global yang tak jarang bermakna perang dagang dalam industri minyak nabati.

Buku ini bukan sekadar catatan kronologis, melainkan sebuah peta jalan yang menggambarkan proses panjang serta dinamika dukungan pemerintah terhadap industri sawit. Melalui kisahnya, tersirat keberanian GAPKI untuk terus memainkan peran konstruktif sambil memperkuat internal organisasi, dengan visi besar mewujudkan Indonesia Emas 2045 sebagai negara yang kuat dan mandiri, ditopang oleh industri sawit yang berkelanjutan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar