suaramedia.id – Sebuah indikasi kuat muncul terkait adanya upaya sistematis untuk merongrong soliditas pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dugaan ini mengemuka di tengah rangkaian aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan pada Agustus 2026, di mana narasi-narasi provokatif sengaja disebarkan untuk memecah belah.

Related Post
Ketua Umum All Cipayung Nusantara, David Pajung, mengungkapkan pandangannya bahwa kekisruhan yang terjadi bukan murni berasal dari massa aksi yang menyampaikan aspirasi secara tertib. Menurutnya, ada pihak-pihak tertentu yang sengaja menunggangi gelombang demonstrasi tersebut dengan tujuan menciptakan persepsi negatif dan mendiskreditkan kinerja pemerintah.

"Yang menjadi sorotan kami adalah kelompok perusuh, penyusup, dan pembonceng yang telah menyiapkan agenda ini jauh-jauh hari," tegas David dalam program Rakyat Bersuara iNews, Selasa (1/9/2026). Ia menambahkan bahwa isu-isu mengenai potensi kerusuhan besar telah digulirkan sejak empat hingga lima bulan sebelumnya, mengindikasikan adanya prakondisi yang terencana dan terstruktur.
David Pajung juga memberikan apresiasi tinggi kepada Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang telah menunjukkan komitmen dalam menyampaikan aspirasi secara damai dan tertib. Ia menekankan bahwa kritik yang dilontarkan pihaknya tidak ditujukan kepada mahasiswa atau masyarakat yang berdemonstrasi, melainkan kepada aktor-aktor di balik layar yang diduga kuat memanfaatkan momentum tersebut untuk kepentingan pecah belah dan kekacauan.
Sebelumnya, pihak kepolisian, dalam hal ini Polda Metro Jaya, telah menetapkan 45 tersangka terkait kerusuhan yang terjadi pada demonstrasi 27 Agustus. Penangkapan ini semakin memperkuat dugaan bahwa ada elemen-elemen yang sengaja memicu kekacauan di tengah unjuk rasa damai, bukan sekadar spontanitas massa.








Tinggalkan komentar