suaramedia.id – Badan Kehormatan (BK) DPRD Gorontalo bergerak cepat menyelidiki perjalanan dinas kontroversial Wahyudin Moridu ke Makassar. Anggota DPRD dari Fraksi PDIP ini sebelumnya viral di media sosial karena video dirinya yang mengaku hendak "merampok uang negara" saat perjalanan dinas bersama seorang wanita. Pernyataan tersebut disampaikan Wahyudin dalam video berdurasi 1 menit 5 detik, di mana ia secara gamblang menyebut namanya dan diduga dalam pengaruh minuman keras.

Related Post
Ketua BK DPRD Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama, menyatakan akan memanggil pimpinan Komisi 1 DPRD untuk dimintai keterangan. "Kita akan minta data juga pada komisi 1, pimpinan dewan yang menyetujui perjalanan perorangan itu. Kita akan telusuri semua," tegas Fikram pada Jumat (19/9) malam. BK juga akan mengkonfirmasi kepada bendahara sekretariat DPRD Gorontalo terkait durasi dan tujuan perjalanan dinas tersebut. "Saya akan konfirmasi juga di bendahara berapa hari perjalanannya, materinya apa," tambahnya.

Akibat video viral tersebut, konsekuensi bagi Wahyudin Moridu sangat berat. DPP PDIP telah mengeluarkan surat pemecatan terhadapnya, dan proses pergantian antar waktu (PAW) akan segera dilakukan. "Hari ini DPP mengeluarkan surat pemecatan kepada yang bersangkutan," ungkap Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun, dalam keterangan video pada Sabtu (20/9).
Setelah kontroversi tersebut mencuat, Wahyudin Moridu telah menyampaikan permohonan maaf melalui media sosial. Ia mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada seluruh masyarakat Gorontalo atas perilaku yang tidak mencerminkan etika seorang pejabat publik. Namun, penyelidikan BK DPRD Gorontalo akan tetap berjalan untuk mengungkap secara tuntas kasus ini.










Tinggalkan komentar