suaramedia.id – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah mengumumkan kemajuan signifikan dalam proses pemvisaan jemaah haji untuk tahun 2026. Hingga saat ini, sekitar 162.000 dokumen visa jemaah telah berhasil dirampungkan, menyisakan sekitar 40.000 dokumen yang masih dalam tahap finalisasi. Perkembangan ini menandai upaya keras pemerintah untuk memastikan kelancaran persiapan ibadah haji mendatang.

Related Post
Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Ian Heriyawan, mengungkapkan bahwa tim khusus yang terdiri dari 85 personel bekerja tanpa henti selama 24 jam sehari. Dedikasi tinggi ini bertujuan untuk menuntaskan seluruh proses pemvisaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. "Sejauh ini, lebih kurang 162 ribu jemaah sudah berproses, tersisa sekitar 40 ribuan. Untuk visa yang sudah dicetak sendiri sudah mencapai angka 57 ribu," jelas Ian dalam keterangan resminya yang dikutip pada Jumat (27/2/2026).

Meski demikian, Ian tidak menampik adanya sejumlah tantangan yang dihadapi selama proses ini. Kendala utama meliputi masalah konektivitas teknis dengan sistem di Arab Saudi serta sinkronisasi pemaketan layanan. Pemaketan layanan ini mencakup pengaturan akomodasi seperti hotel dan kamar, yang sangat krusial untuk menjamin kenyamanan dan kepastian tempat tinggal jemaah selama berada di Tanah Suci.
"Tantangan utamanya adalah koneksitas teknis dengan Saudi dan sinkronisasi pemaketan layanan, karena ini sangat krusial untuk memastikan kepastian akomodasi jemaah selama di sana," tegas Ian. Kemenhaj terus berupaya keras mengatasi kendala-kendala tersebut demi memastikan seluruh jemaah haji 2026 dapat berangkat dengan tenang dan fokus pada ibadah mereka.









Tinggalkan komentar