suaramedia.id – Pakar telematika kondang, Roy Suryo, yang juga sempat menjadi sorotan publik terkait kasus dugaan pencemaran nama baik, secara terbuka mengaku memiliki andil besar dalam penyusunan buku kontroversial ‘Gibran End Game’ yang ditulis oleh Rismon Hasiholan Sianipar. Namun, ia mengaku kecewa karena Rismon disebut tak pernah mengakui kontribusi vitalnya dalam karya tersebut. Pernyataan ini dilontarkan Roy Suryo dalam sebuah program televisi, Rakyat Bersuara di iNews TV, pada Selasa malam.

Related Post
Roy Suryo menegaskan bahwa banyak data dan hasil riset penting yang menjadi fondasi buku tersebut berasal darinya. "Dia enggak pernah ngaku, banyak sekali bahannya dia itu dapat dari saya juga," ungkap Roy Suryo, menyiratkan adanya upaya sistematis dalam menyediakan materi penelitian.

Lebih jauh, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu bahkan menyingkap salah satu kontribusi spesifiknya yang tak bisa dipandang sebelah mata. Roy mengklaim bahwa temuan penelitian dari Australia, termasuk pertemuannya dengan Ikhsan Katonde di sana, merupakan hasil jerih payahnya. "Buku Gibran End Game, itu bahan penelitian Australia-nya dari siapa? Yang pergi ke Australia siapa?" tanyanya retoris, secara implisit menegaskan bahwa dialah sosok di balik riset lapangan yang krusial tersebut.
Pengakuan Roy Suryo ini membuka tabir baru di balik proses penulisan buku ‘Gibran End Game’ dan menimbulkan pertanyaan mengenai etika pengakuan kontribusi dalam sebuah karya tulis. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Rismon Hasiholan Sianipar terkait klaim Roy Suryo ini.











Tinggalkan komentar