suaramedia.id – Bandung, Jawa Barat – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, mengungkapkan fakta mengejutkan terkait retret gelombang kedua kepala daerah se-Indonesia di Kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang. Dari total 86 kepala daerah yang dijadwalkan hadir, ternyata hanya 84 yang mengikuti kegiatan tersebut. Dua kepala daerah absen dengan alasan berbeda.

Related Post
"Ada 84 kepala daerah yang hadir. Awalnya 86, namun Gubernur Papua Pegunungan berhalangan karena duka cita keluarga. Sementara Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara terlambat bergabung karena baru dilantik," jelas Bima Arya di Gedung Perpustakaan IPDN, Minggu (22/6).

Lebih lanjut, Wamendagri membeberkan adanya 10 kepala daerah yang masuk dalam pengawasan ketat tim medis. Lima di antaranya menggunakan pita merah, sisanya pita kuning, menandakan kondisi kesehatan mereka yang perlu perhatian serius. "Pengawasan sangat ketat terutama bagi yang menggunakan pita merah," tegasnya.
Retret yang berlangsung dari 22-26 Juni ini menghadirkan sejumlah menteri sebagai pemateri. Bima Arya menyebutkan beberapa nama, termasuk Menko Pangan, Menteri Ekraf, Menteri Koperasi, Menteri Desa, Kepala Badan Gizi, dan Kapolri. Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, dikabarkan akan diwakili karena tugas di luar negeri. Mendagri Tito Karnavian dan Gubernur Lemhanas akan membuka acara.
Materi yang diberikan pun beragam, salah satunya fokus pada penegasan batas wilayah. "Dirjen Kemendagri akan menyampaikan materi tentang batas desa, sengketa wilayah, dan hal-hal teknis lainnya," tambah Bima Arya. Retret ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan pemahaman para kepala daerah dalam menjalankan tugasnya.










Tinggalkan komentar