suaramedia.id – Persatuan Ummat Islam (PUI) secara lantang menyuarakan dukungan penuhnya untuk pembebasan Syeikh Rached Ghannouchi, seorang tokoh demokratis Muslim dan pemimpin Partai Ennahda Tunisia. Pernyataan sikap ini disampaikan oleh Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Dewan Pengurus Pusat PUI, Adhe Nuansa Wibisono, dalam Konferensi Islamic Strategic Cooperation in Asia Pacific yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 15-17 Mei 2026.

Related Post
Forum internasional bergengsi ini, yang dihelat oleh The International Institute of Advanced Islamic Studies (IAIS) Malaysia dengan dukungan dari Nusantara Academy for Strategic Research (NASR) Malaysia dan IKRAM Malaysia, menjadi panggung bagi para representasi dan pemimpin organisasi Muslim serta tokoh-tokoh terkemuka dari berbagai penjuru dunia. Kehadiran PUI, melalui Adhe Nuansa Wibisono, menandai partisipasi aktif dalam berbagai sesi krusial. Acara yang bertempat di IAIS Conference Hall ini juga merupakan kelanjutan strategis dari pertemuan ormas dan partai politik Islam di Asia-Pasifik pasca Deklarasi Lahore November 2025.

Lebih dari sekadar ajang silaturahmi antarumat Muslim, konferensi ini berfungsi sebagai platform strategis untuk mendiskusikan berbagai isu kontemporer yang relevan serta memperkuat jalinan kerja sama lintas negara dan organisasi.
Konferensi Muslim Asia-Pasifik tahun ini dimeriahkan oleh kehadiran sejumlah tokoh internasional terkemuka. Di antaranya adalah Datuk Seri Dr. Dzulkefly Ahmad, Menteri Kesehatan Malaysia; Dr. Rafik Abdessalem, mantan Menteri Luar Negeri Tunisia yang juga menantu Syeikh Ghannouchi; serta Dr. Mazlee Malik, mantan Menteri Pendidikan Malaysia. Selain itu, pimpinan partai politik dan organisasi massa Islam dari berbagai negara turut hadir, seperti Mr. Mia Golam Parwar, Sekretaris Jenderal Jamaat Islami Bangladesh; Mr. Asif Luqman Qazi Hussain, Ketua Hubungan Luar Negeri Jamaat Islami Pakistan; Nurul Izzah Anwar, Deputi Presiden Partai Keadilan Rakyat Malaysia; dan Dr. Ata-ur Rahman, Naib Amir Jamaat Islami Pakistan. Kehadiran para figur penting ini semakin menggarisbawahi signifikansi acara tersebut dalam kancah global.
Pernyataan PUI di tengah forum internasional ini menegaskan komitmen kuat organisasi tersebut terhadap nilai-nilai demokrasi dan keadilan, khususnya dalam mendukung kebebasan tokoh-tokoh yang dianggap memperjuangkan aspirasi umat.









Tinggalkan komentar