Masa Depan Generasi Terjamin! Bali Jadi Pusat Penyelamatan Mangrove!

Masa Depan Generasi Terjamin! Bali Jadi Pusat Penyelamatan Mangrove!

suaramedia.id – Pulau Dewata Bali menjadi sorotan utama dalam peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026. Mengusung tema "Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang," acara yang dipusatkan di Bali pada Minggu (26/7/2026) ini menjadi katalisator bagi kolaborasi multipihak antara pemerintah, dunia usaha yang diwakili Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), dan masyarakat. Tujuannya jelas: memulihkan ekosistem mangrove yang krusial sekaligus mengerek kesejahteraan komunitas pesisir.

Rangkaian kegiatan peringatan ini dipusatkan di dua lokasi strategis. Dimulai dengan penanaman simbolis mangrove di Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, acara puncak kemudian digelar di kawasan Wantilan, Taman Hutan Raya Ngurah Rai. Kehadiran sederet pejabat tinggi negara menggarisbawahi komitmen serius terhadap isu ini. Terlihat hadir Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Gubernur Bali Wayan Koster, serta Ketua Umum APHI Soewarso. Momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan penegasan bahwa masa depan lingkungan dan masyarakat pesisir adalah prioritas utama.

Masa Depan Generasi Terjamin! Bali Jadi Pusat Penyelamatan Mangrove!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Dalam pidatonya, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menekankan bahwa menjaga mangrove bukan sekadar vegetasi, melainkan penopang kehidupan dan investasi jangka panjang untuk generasi mendatang. Anugerah sumber daya alam ini, menurutnya, juga menjadi amanah besar bagi Indonesia untuk menjadi garda terdepan dalam pengelolaan mangrove dunia secara berkelanjutan. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) sendiri telah mencatat progres signifikan dalam upaya pemulihan ekosistem. Hingga akhir tahun 2025, Kemenhut bersama para mitra berhasil merehabilitasi lahan mangrove seluas 91.678 hektare. Meneruskan komitmen tersebut, untuk tahun ini Kemenhut menargetkan penanaman kembali lebih dari 17.000 hektare di berbagai wilayah Indonesia.

Upaya masif ini tidak lepas dari sinergi kuat dengan berbagai mitra pembangunan. Kolaborasi melibatkan inisiatif seperti Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), Forest Programme VI, Japan International Cooperation Agency (JICA), hingga Nature-based Solutions for Climate-Smart Livelihoods in Mangrove Landscapes (Nasclim). Keterlibatan beragam pihak ini menegaskan bahwa pengelolaan mangrove berkelanjutan adalah investasi jangka panjang yang tidak hanya krusial untuk kelestarian alam, tetapi juga untuk ketahanan iklim dan peningkatan kualitas hidup masyarakat pesisir secara menyeluruh.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar