Jumat, November 22, 2019
BantenLebak

Isu Kuyang Meresahkan Warga, Begini Pandangan Mahasiswa dan Tokoh MUI

LEBAK | BANTEN, suaramedia.id – Warga Kecamatan Malingping dan Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten, dihebohkan dengan berita viral hantu kuyang, yang meresahkan, akibat dari isu tersebut mengakibatkan turunnya kondusifitas masyarakat, alih-alih lebih meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagian masyarakat banyak yang memasang botol kaca yang didalamnya diisi dengan bawang putih dan paku lalu diikat didepan rumah, bahkan masyarakat percaya bahwa ketika botol tersebut berbunyi, itu pertanda bahwa mahluk tersebut ada, serta botol tersebut dapat mengusirnya.

Kuyang sebenarnya adalah manusia (Perempuan-red) yang menuntut ajaran ilmu hitam untuk mencapai kehidupan abadi, mahluk ini dikenal masyarakat di Kalimantan, dimana pada siang hari, akan menempuh hidup sehari-hari sebagaimana orang biasa, dengan menggunakan pakaian jubah, namun pada malam harinya akan berkeliaran mencari mangsanya.

Selain itu diceritakan kuyang adalah siluman berwujud kepala manusia dengan isi tubuh yang menempel tanpa kulit dan anggota badan, yang dapat terbang untuk mencari darah bayi atau darah wanita setelah melahirkan, guna untuk meningkatkan kekuatan ilmu hitamnya tersebut.

Alif Ibnu Sina Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC) Demisioner 2017-2019 mengatakan kepada suaramedia.id, terkadang dirinya merasa heran, kepada sebagian masyarakat bisa percaya terhadap isu yang tidak jelas seperti ini.

“Saya terkadang merasa pesimis dengan dihadapkannya kita dengan perkembangan revolusi industri 4.0 di era digital ini. Apakah akan menjadi keuntungan atau malah menjadi malapetaka. Pada kenyataannya kita masih belum mampu memilih dan memilah mana berita yang akurat atau berita palsu (HOAX) dan itu menjadi tantangan terbesar bagi kita,” keluhnya.

Sambung Alif, Adanya isu tentang si kuyang ini, dan fenomena masyarakat yang menggantung botol. Miris memang mempercayai suatu alat yang katanya dapat menangkal gangguan setan dan dapat dikatakan ini adalah perbuatan syirik.

Baca Juga..!  Waaspam Kasad Lakukan Wasev Progres TMMD Ke-106

“Kenapa tidak membaca Al-Quran saja ?, jika ditarik benang merahnya isu ini mengakibatkan instabilitas ditengah masyarakat, kemudian indikasinya upaya pendangkalan akidah keimaanan,” tegasnya.

Dilain pihak, ketua Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Malingping, Sujaya Arsudin menanggapi terkait isu tersebut, pada dasarnya masyarakat tidak perlu mempercayai isu tersebut.

“Kita harus meyakini bahwa mahluk ghaib itu ada dimanapun, akan tetapi jangan sampai masyarakat percaya dengan menggantungkan botol, paku dan kardus dapat menangkal gangguan makhluk halus, karena itu musyrik, mending perbanyak baca Al-Qur’an,” ungkapnya.

Pewarta : (NITA)

Facebook Comments