suaramedia.id – Jakarta, 28 Maret 2026 – Sebuah kabar mengejutkan datang dari tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan mundurnya Letjen TNI Yudi Abrimantyo dari jabatannya sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI pada Rabu, 25 Maret 2026. Keputusan ini, yang diumumkan oleh Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, disebut sebagai bentuk pertanggungjawaban atas keterlibatan oknum BAIS dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Related Post
"Jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais," tegas Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, seperti dikutip suaramedia.id pada Sabtu (28/3/2026). Insiden yang menyeret nama institusi intelijen strategis TNI ini memang telah menjadi sorotan publik, menuntut transparansi dan akuntabilitas dari pihak militer.

Kekosongan posisi Kabais TNI ini segera memicu spekulasi mengenai sosok pengganti yang akan mengisi jabatan vital tersebut. Kabais TNI bukanlah posisi sembarangan; ia merupakan perwira tinggi yang bertanggung jawab penuh dalam menyediakan data dan analisis intelijen strategis yang krusial bagi pengambilan keputusan di tingkat tertinggi TNI dan pertahanan negara. Peran ini sangat penting, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan nasional dan menghadapi berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar.
Saat ini, lingkup intelijen di TNI secara struktural dipegang oleh Kabais TNI dan Asisten Intelijen Panglima TNI. Dengan mundurnya Letjen Yudi, sejumlah nama perwira tinggi mulai disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk mengisi kursi panas tersebut. Salah satu nama yang paling menonjol dan memiliki rekam jejak mumpuni di bidang intelijen adalah Mayjen TNI Rio Firdianto.
Mayjen TNI Rio Firdianto, yang saat ini menjabat sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI, dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman yang sangat relevan. Jenderal kelahiran Jakarta, 3 Juni 1972, ini merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1993 dari kecabangan Artileri Medan (Armed). Kariernya di TNI dihiasi dengan berbagai jabatan strategis yang mayoritas bersentuhan langsung dengan dunia intelijen dan pengamanan. Ia pernah menjabat sebagai Asintel Danpaspampres pada 2014-2015, Komandan Paspampres Grup D pada 2015-2018, serta Asintel Kaskogabwilhan II pada 2019-2020. Pengalamannya juga mencakup posisi Dansat Intel Bais TNI, Waasintel Kasad Bidang Inteltek dan Hublu, hingga Pa Sahli Tingkat III Bidang Wassus dan LH Panglima TNI pada 2024. Deretan pengalaman ini menjadikannya salah satu kandidat terkuat untuk memimpin Badan Intelijen Strategis TNI.










Tinggalkan komentar