suaramedia.id – Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, melontarkan peringatan keras terkait rencana pengiriman prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai bagian dari International Stabilization Force (ISF) ke Jalur Gaza, Palestina. Misi yang akan beroperasi di bawah kendali Board of Peace (BoP) ini, menurut Hasanuddin, merupakan langkah yang sangat berisiko tinggi dan berpotensi merugikan Indonesia, baik dari aspek politik maupun militer.

Related Post
Dalam pernyataannya kepada wartawan baru-baru ini, TB Hasanuddin secara tegas menyebut bahwa partisipasi Indonesia dalam misi ini tak lebih dari sebuah "eksperimen pemerintah Amerika Serikat yang sangat berisiko tinggi dan menelan biaya tidak sedikit." Pernyataan ini menggarisbawahi kekhawatiran mendalam PDIP terhadap implikasi jangka panjang dari keterlibatan militer Indonesia dalam konflik yang kompleks tersebut.

Salah satu poin krusial yang disoroti oleh politikus senior ini adalah ketidakjelasan mandat ISF. Meskipun Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803, yang disepakati pada November 2025, memang menguraikan peran ISF dalam membantu BoP untuk mendukung gencatan senjata dan demiliterisasi di Gaza, Hasanuddin menekankan bahwa rincian operasional dan batasan tugas pasukan tersebut masih sangat kabur. Ketidakpastian ini dikhawatirkan dapat menempatkan prajurit TNI dalam posisi yang rentan di tengah dinamika konflik yang bergejolak.
Oleh karena itu, TB Hasanuddin mendesak pemerintah untuk mencermati secara serius setiap aspek yang terkait dengan rencana pengiriman pasukan ini. Ia mengingatkan bahwa keputusan semacam ini bukan hanya menyangkut reputasi dan posisi politik Indonesia di kancah internasional, tetapi juga keselamatan dan keberlangsungan prajurit TNI yang akan bertugas di medan yang penuh tantangan. Risiko yang diungkapkan PDIP ini menjadi pengingat penting akan perlunya kehati-hatian dalam setiap langkah diplomasi militer.









Tinggalkan komentar