suaramedia.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Selatan (Kalsel) belum dapat dilakukan. Penundaan krusial ini disebabkan oleh kondisi langit Kalsel yang masih minim formasi awan, padahal awan merupakan target utama dalam proses penyemaian untuk menghasilkan hujan buatan.

Related Post
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, pada Minggu (23/8/2026), menjelaskan secara gamblang, "Untuk OMC belum bisa dilakukan karena belum ada pertumbuhan awan yang memadai." Pernyataan ini menyoroti kendala teknis fundamental yang dihadapi tim di lapangan, menghambat upaya mitigasi bencana.

Padahal, kehadiran hujan buatan melalui modifikasi cuaca ini sangat diandalkan sebagai solusi vital dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kerap melanda Kalsel. Wilayah ini menghadapi tantangan serius lantaran keterbatasan sumber air, mengingat saat ini masih berada di puncak musim kemarau, yang memperparah kondisi kekeringan.
Berton menambahkan, sebagian besar titik Karhutla di Kalsel berlokasi di lahan gambut, yang dikenal sangat sulit dipadamkan dengan metode konvensional. "Operasi modifikasi cuaca dan hujan merupakan salah satu faktor utama untuk dapat memadamkan lahan terbakar," tegasnya, menggarisbawahi peran krusial intervensi cuaca dalam upaya mitigasi bencana tersebut. Tanpa awan yang cukup, harapan akan hujan buatan pun terpaksa tertunda, meninggalkan kekhawatiran akan potensi meluasnya Karhutla di daerah tersebut yang bisa menimbulkan dampak lingkungan dan ekonomi yang signifikan.








Tinggalkan komentar