suaramedia.id – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, TB Hasanuddin, menegaskan bahwa pemerintah memegang peran yang sangat vital dalam upaya mengukuhkan industri pertahanan di dalam negeri. Pernyataan ini disampaikan sebagai bagian integral dari strategi besar untuk mencapai kemandirian nasional dan memperkokoh ketahanan negara, sebuah langkah strategis yang terlihat dari parade alutsista HUT ke-78 TNI di Monas pada 5 Oktober 2023 lalu.

Related Post
Hasanuddin melanjutkan, Komisi I DPR bersama dengan jajaran pemerintah memiliki komitmen kuat untuk mendorong pertumbuhan industri pertahanan nasional agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Dengan penerapan kebijakan yang tepat sasaran, dukungan anggaran yang konsisten dan berkesinambungan, serta partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan terkait, Indonesia diyakini mampu mewujudkan swasembada pertahanan sekaligus memperkuat posisi strategisnya di kancah regional.

Menurutnya, penguatan sektor industri pertahanan domestik harus ditopang oleh kerangka kebijakan yang solid, konsisten, dan terintegrasi. Implementasi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, khususnya terkait kewajiban penggunaan produk dalam negeri dalam setiap pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), harus dijalankan dengan disiplin tinggi dan tanpa kompromi.
Selain itu, optimalisasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam setiap proyek pengadaan pertahanan menjadi instrumen krusial untuk memperbesar nilai tambah di dalam negeri. Langkah ini tidak hanya akan mengurangi ketergantungan pada produk impor, tetapi juga akan memacu inovasi dan pengembangan teknologi pertahanan lokal, yang pada akhirnya akan memperkokoh fondasi industri pertahanan nasional secara menyeluruh.










Tinggalkan komentar