suaramedia.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Iman Sukri, secara tegas mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dalam menanggulangi permasalahan kemacetan parah yang kerap melanda jalur penyeberangan vital Jawa-Bali. Terutama pada rute krusial menuju Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi dan Pelabuhan Gilimanuk di Bali, situasi ini dinilai sudah mencapai titik kritis. Desakan ini muncul menyusul laporan "macet horor" yang kembali terjadi di akses Pelabuhan Ketapang baru-baru ini, sebuah fenomena yang bukan lagi asing bagi para pengguna jasa penyeberangan.

Related Post
Menyoroti kondisi yang berulang, Iman Sukri menegaskan bahwa ketergantungan pada satu-satunya koridor penyeberangan ini tidak lagi dapat dipertahankan. Menurutnya, sudah saatnya pemerintah memikirkan dan merealisasikan pembangunan pelabuhan alternatif lain yang dapat menjadi solusi jangka panjang. "Saya kira sudah waktunya pemerintah serius membangun alternatif pelabuhan lain dari dan atau menuju Bali. Tidak bisa terus bergantung pada Ketapang-Gilimanuk saja," tegas Iman, menggarisbawahi urgensi perubahan.

Iman Sukri menganalisis bahwa volume lalu lintas, baik kendaraan pribadi maupun logistik, telah mengalami peningkatan signifikan yang tidak diimbangi dengan kapasitas infrastruktur penyeberangan yang memadai saat ini. Oleh karena itu, diperlukan sebuah terobosan fundamental melalui pembukaan akses laut baru yang tidak hanya lebih representatif, tetapi juga mampu menjamin keberlanjutan mobilitas dan perekonomian kedua pulau. Langkah ini diharapkan dapat mendistribusikan beban lalu lintas, mengurangi antrean panjang, dan pada akhirnya meningkatkan efisiensi serta kenyamanan perjalanan bagi seluruh masyarakat dan wisatawan.








Tinggalkan komentar