suaramedia.id – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, baru-baru ini melakukan kunjungan kerja penting ke Jepang. Lawatan strategis ini bertujuan untuk mengukuhkan kemitraan bilateral antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam sektor pengembangan dan penempatan tenaga kerja.

Related Post
Dalam rangkaian agendanya, Menko Muhaimin berkesempatan bertemu langsung dengan Menteri Kehakiman Jepang, Hiroshi Hiraguchi. Diskusi utama mereka berfokus pada penguatan kerja sama guna memfasilitasi penempatan pekerja Indonesia melalui skema Specified Skilled Worker (SSW).

"Kami tengah berupaya keras mempererat kolaborasi Indonesia-Jepang untuk membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi para pekerja kita," ungkap Muhaimin, seperti dikutip pada Rabu (29/7/2026).
Pertemuan tingkat tinggi tersebut membahas sejumlah poin krusial. Di antaranya adalah percepatan finalisasi Memorandum of Cooperation (MoC) yang menjadi landasan kerja sama, penguatan transisi bagi peserta Economic Partnership Agreement (EPA) agar dapat beralih ke skema SSW, serta percepatan proses penerbitan Certificate of Eligibility (CoE) yang vital bagi calon pekerja. Selain itu, perluasan pusat pelaksanaan tes (test center) SSW di berbagai kota di Indonesia juga menjadi perhatian utama.
Langkah-langkah proaktif ini diharapkan dapat memperluas akses bagi angkatan kerja Indonesia untuk memperoleh kesempatan berkarya di Jepang melalui jalur yang sah, aman, dan dengan kompetensi yang sesuai standar industri. Menko Muhaimin menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa kerja sama ketenagakerjaan antara kedua negara ini memberikan dampak positif yang konkret bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing di panggung kerja global.
"Kami berharap upaya bersama yang telah kita rintis ini dapat menciptakan lebih banyak peluang bagi angkatan kerja Indonesia untuk bekerja di Jepang melalui jalur yang legal dan terjamin keamanannya," pungkasnya.








Tinggalkan komentar