suaramedia.id – Pakar telematika sekaligus sosok yang berstatus tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo, kembali mengguncang publik dengan mengungkapkan temuan baru yang disebutnya sebagai kejanggalan pada ijazah orang nomor satu di Indonesia tersebut. Ia menyoroti perbedaan mencolok pada tulisan nama universitas yang tertera dalam embos barang bukti ijazah yang sebelumnya ditampilkan oleh Rismon Sianipar.

Related Post
Menurut Roy Suryo, nama universitas yang seharusnya "Universitas Gadjah Mada" justru tertulis "Universitas Gajhaj Adam" pada embos ijazah tersebut. Pengungkapan ini disampaikan Roy Suryo dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Larazeta Resto, Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu (25/4/2026).

Kejanggalan ini, lanjut Roy, terkuak saat dirinya diundang dalam program "Rakyat Bersuara iNews" pada Selasa, 21 April 2026. Dalam acara tersebut, Rismon Sianipar menampilkan barang bukti ijazah Jokowi yang diklaimnya didapat dari Dian Sandi. Bersama seorang peneliti yang akrab disapa Topi Merah, Roy Suryo meneliti detail ijazah yang dipamerkan Rismon.
"Yaitu bukan, di embosnya itu bukan Universitas Gadjah Mada, tapi Universitas Gajhaj Adam," tegas Roy Suryo, mengutip langsung hasil pengamatannya. Perbedaan ejaan nama universitas yang fundamental ini sontak memicu kecurigaan mendalam dari Roy Suryo.
Ia menduga kuat bahwa barang bukti ijazah yang dipamerkan oleh Rismon Sianipar tersebut telah direkayasa. Padahal, Rismon sendiri sebelumnya mengklaim telah melakukan kajian ulang terhadap barang bukti yang ia tampilkan. Temuan ini menambah daftar panjang kontroversi seputar keabsahan ijazah Presiden Jokowi yang terus menjadi sorotan publik.









Tinggalkan komentar