suaramedia.id – Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI terus mengintensifkan proses penyidikan terhadap empat personel militer yang diduga kuat terlibat dalam insiden penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Penanganan perkara serius ini dilaporkan masih dalam tahap penanganan yang berkesinambungan.

Related Post
Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, dalam keterangannya pada Senin (23/3/2026), menegaskan bahwa tahapan penyidikan terhadap keempat prajurit yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Saudara AY masih terus berlangsung. "Perlu saya sampaikan bahwa sampai saat ini proses penyidikan terhadap 4 personel yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Sdr AY sedang berjalan," ujar Aulia.

Aulia mengimbau masyarakat untuk bersabar menanti hasil akhir dari investigasi yang dilakukan oleh Puspom TNI. Ia juga menekankan komitmen institusinya untuk menjalankan proses ini secara transparan dan akuntabel, demi mengungkap kebenaran di balik kasus tersebut.
Sebelumnya, informasi yang beredar menyebutkan bahwa keempat prajurit yang diduga terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus berasal dari Detasemen Markas (Denma) Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Penyerahan para terduga pelaku dari Denma BAIS TNI kepada Puspom TNI telah dilakukan pada Rabu, 18 Maret 2026, untuk proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, kondisi kesehatan aktivis KontraS Andrie Yunus dilaporkan telah stabil, sebagaimana informasi yang sebelumnya diungkapkan oleh pihak RSCM.










Tinggalkan komentar