GP Ansor Gemparkan Jakarta: Imlek Jadi Pilar Persatuan!

GP Ansor Gemparkan Jakarta: Imlek Jadi Pilar Persatuan!

suaramedia.id – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor baru-baru ini menggelar perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang sarat makna di Gedung PP GP Ansor, Jakarta, pada Selasa (17/2/2026). Mengusung tema "Merayakan Harmoni, Menyambut Suci", acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah deklarasi nyata untuk mempererat tali silaturahmi antarberbagai komunitas, menumbuhkan semangat toleransi, dan mengukuhkan akulturasi budaya sebagai fondasi kokoh bagi keutuhan bangsa.

Sejak siang hari, suasana Gedung PP GP Ansor telah dipenuhi kemeriahan. Tamu undangan disambut hangat oleh lantunan Hadroh GP Ansor, menandai dimulainya rangkaian acara yang memadukan secara apik nuansa budaya Tionghoa dan Islam. Panggung utama kemudian menjadi saksi bisu berbagai pertunjukan budaya yang memukau dan merefleksikan kekayaan keberagaman Indonesia, mulai dari atraksi bela diri Pagar Nusa, keanggunan Tai Chi, kekuatan Wushu, hingga tarian Barongsai yang energik. Sentuhan humor pun tak ketinggalan, disajikan melalui segmen Stand Up Comedy yang dibalut dalam semangat kebersamaan dan kerukunan.

GP Ansor Gemparkan Jakarta: Imlek Jadi Pilar Persatuan!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

Tak hanya menyuguhkan hiburan, perayaan ini juga menjadi platform penting untuk memperkuat narasi kebangsaan. Sesi Orasi Toleransi dan sambutan dari berbagai tokoh lintas komunitas memberikan perspektif mendalam tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah pluralitas masyarakat Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PP GP Ansor, Addin Jauharudin, dengan tegas menyatakan bahwa perayaan Imlek ini adalah manifestasi konkret dari sikap kebangsaan GP Ansor. Ini adalah komitmen untuk terus merawat dan menjaga Indonesia agar tetap rukun dan harmonis dalam bingkai keberagaman yang indah.

Addin Jauharudin lebih lanjut menggarisbawahi esensi dari acara ini. "Hari ini kita berdiri bukan sekadar sebagai tamu, melainkan sebagai saksi hidup bahwa Indonesia bertekad untuk tetap bersatu dan utuh," ujarnya. Ia menambahkan, "Negeri ini tidak didirikan di atas fondasi keseragaman, melainkan oleh keberanian luar biasa untuk hidup berdampingan, saling menghargai, dan merangkul perbedaan sebagai kekuatan."

Bayu Nata
Author: Bayu Nata

jurnalis di Suara Media yang fokus pada isu-isu sosial-politik dan tata kelola pemerintahan daerah. Tulisannya sering menyoroti kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan perkembangan dinamika politik di tingkat regional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar