suaramedia.id – Jawa Timur (Jatim) bergerak cepat pasca aksi unjuk rasa di sejumlah daerah. Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Jatim kompak mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling). Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, seperti disampaikan Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi dalam forum Monitoring Kamtibmas di Surabaya, Kamis (11/9).

Related Post
Teguh menegaskan, penguatan Siskamling menjadi prioritas utama dari 11 arahan Mendagri. Kepala daerah di Jatim diminta bergerak konkret; mengoptimalkan Forkopimda, menjalin komunikasi intensif dengan tokoh masyarakat, agama, pemuda, adat, dan media. Program pro rakyat seperti bansos, pasar murah, dan sidak harga juga harus digencarkan. Yang tak kalah penting, ronda malam di tingkat RT/RW harus dihidupkan kembali.

"Satlinmas dan Siskamling bukan sekadar seremonial, tapi gerakan nyata yang melibatkan masyarakat. Ini kunci menjaga kondusivitas daerah," tegas Teguh. Ia mengapresiasi dukungan Gubernur, Wakil Gubernur, dan Bupati/Wali Kota se-Jatim dalam penanganan pasca unjuk rasa. Sinergi pentahelix (tokoh agama, pemuda, adat, akademisi, media, dan masyarakat) dinilai krusial.
Teguh berharap, implementasi Siskamling di Jatim bisa menjadi model nasional. Kabupaten/kota yang sudah memiliki regulasi Siskamling diminta menyampaikannya ke pusat. Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan ini. Ia menyebut Surat Edaran Mendagri Nomor 300.1.4/e.1/BAK tanggal 3 September 2025 tentang Peningkatan Peran Satlinmas telah dijalankan di setidaknya 25 kabupaten/kota di Jatim. Dengan penguatan Siskamling, Jatim diharapkan menjadi contoh dalam menciptakan stabilitas Kamtibmas berbasis partisipasi masyarakat.








Tinggalkan komentar