suaramedia.id – Menanggapi dinamika penilaian terhadap jajaran menteri dalam Kabinet Prabowo-Gibran, politikus Partai Golkar, Fajar R. Zulkarnaen, memberikan catatan kritis. Ia menekankan pentingnya sikap objektif dalam mengevaluasi kinerja para menteri, terutama menyusul kritik yang dilontarkan oleh anggota DPR, Kamrussamad, terhadap sejumlah menteri dari partai koalisi.

Related Post
Fajar menilai bahwa kritik yang berkembang saat ini cenderung tidak menyeluruh dan belum mencerminkan potret kinerja yang utuh. Menurutnya, penilaian terhadap seorang menteri tidak boleh hanya terpaku pada isu-isu yang sedang viral atau menjadi sorotan publik semata, melainkan harus didasarkan pada indikator kinerja yang terukur serta capaian nyata di lapangan.

"Penilaian terhadap kinerja menteri seharusnya tidak hanya bertumpu pada persoalan yang menjadi sorotan publik, tetapi juga mempertimbangkan capaian kinerja, indikator yang terukur, serta hasil survei yang memotret persepsi masyarakat," ujar Fajar dalam keterangannya.
Sebagai penguat argumen, Fajar menyoroti data dari survei nasional yang dilakukan oleh Indonesia Political Opinion (IPO) pada periode 27 Juli hingga 3 Agustus 2026. Dalam survei tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tercatat menduduki posisi ketiga sebagai menteri dengan kinerja terbaik dengan angka kepercayaan sebesar 32%.
Survei yang melibatkan 1.200 responden dengan metode stratified multistage random sampling tersebut menjadi bukti bahwa persepsi publik terhadap kinerja menteri di kabinet saat ini memiliki landasan data yang nyata. Fajar berharap, setiap evaluasi terhadap jajaran menteri di pemerintahan dapat dilakukan secara adil dengan melihat data dan fakta yang ada, bukan sekadar berdasarkan sentimen politik sesaat.



Tinggalkan komentar