suaramedia.id – Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi meluncurkan rangkaian program besar bertajuk The Wonder of Harmony 2026: Merawat Toleransi, Menguatkan Negeri. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata dalam memperkokoh kerukunan antarumat beragama serta menumbuhkan rasa kemanusiaan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

Related Post
Menjelang peringatan Hari Toleransi Internasional pada 16 November mendatang, Kemenag melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam telah menyiapkan sedikitnya 15 program unggulan. Menariknya, program ini tidak hanya bersifat formal, melainkan menggunakan pendekatan dakwah-edutainment (dadutainment) yang memadukan pesan religi dengan unsur edukasi, budaya, serta aksi sosial.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menekankan bahwa menjaga kerukunan tidak bisa hanya mengandalkan imbauan lisan. Menurutnya, harmoni harus dirawat melalui interaksi langsung, kolaborasi antar kelompok, dan kegiatan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Harmoni adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya tugas pemerintah atau kementerian terkait. Setiap elemen masyarakat memiliki peran vital dalam menjaga hubungan sosial dan menghormati perbedaan demi menciptakan ruang hidup yang aman dan damai," ujar Abu Rokhmad, Selasa (27/10/2026).
Ia juga menambahkan bahwa fokus utama dari gerakan ini bukanlah sekadar kuantitas kegiatan, melainkan kekuatan kolaborasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan sosial masyarakat luas.
Senada dengan hal tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh tokoh lintas agama dan elemen masyarakat untuk memperluas ruang persamaan. Menurutnya, fondasi perdamaian yang kuat dapat tercipta jika setiap pemeluk agama mampu menyikapi perbedaan keyakinan dengan sikap saling menghormati.
Lebih lanjut, Menag menjelaskan bahwa program-program yang disusun Kemenag telah mempertimbangkan realitas kemajemukan masyarakat. Ia berharap nilai-nilai kerukunan dapat meresap ke berbagai lini kehidupan, mulai dari lingkup keluarga, dunia pendidikan, kebudayaan, hingga pelayanan publik dan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui The Wonder of Harmony 2026, Kemenag berharap semangat toleransi tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi budaya yang hidup dalam keseharian masyarakat Indonesia.










Tinggalkan komentar