suaramedia.id – Kapal induk Giuseppe Garibaldi, yang dalam waktu dekat akan bertransformasi menjadi KRI Sriwijaya pasca-hibah dari pemerintah Italia, diproyeksikan menjadi tulang punggung dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) di Tanah Air. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, yang menyoroti urgensi Indonesia akan sebuah platform maritim yang mampu mengangkut sejumlah besar helikopter. Ini krusial untuk menopang upaya penanganan bencana alam serta distribusi logistik ke pelosok negeri.

Related Post
Berbicara di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (18/9/2026), Laksamana Ali menegaskan bahwa fokus utama penggunaan kapal induk ini adalah untuk misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana. "Kapal ini nantinya akan lebih kita gunakan untuk kepentingan OMSP atau Operasi Militer Selain Perang. Meskipun tidak menutup kemungkinan untuk kepentingan militer dalam konteks perang, namun prioritas utama kita adalah OMSP, mengingat negara kita ini sering dilanda banyak bencana alam," jelas Ali.

Menurut KSAL, keberadaan KRI Sriwijaya akan secara signifikan memperkuat kapasitas TNI Angkatan Laut dalam menyalurkan bantuan ke daerah-daerah terdampak bencana, terutama wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat maupun laut. Indonesia, dengan ribuan pulaunya, kerap menghadapi tantangan distribusi bantuan ke area terpencil.
"Kita sangat membutuhkan kapal atau platform yang bisa membawa banyak helikopter. Dengan helikopter, logistik dapat didistribusikan dengan cepat dan menjangkau seluruh area yang terisolasi atau daerah terpencil sekalipun," imbuhnya, menggarisbawahi peran vital helikopter dalam operasi bantuan. Hibah kapal induk ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan mendesak tersebut, menjadikan KRI Sriwijaya sebagai simbol kekuatan maritim yang berorientasi pada kemanusiaan.










Tinggalkan komentar