Audit BGN Dipertanyakan DPR: WTP Cuma Settingan?

Audit BGN Dipertanyakan DPR: WTP Cuma Settingan?

suaramedia.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Komisi IX melancarkan kritik tajam terhadap pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam rapat dengar pendapat (RDP) terbaru. Sorotan utama tertuju pada laporan keuangan BGN tahun 2025 yang mengklaim opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Para wakil rakyat merasa janggal, mengingat realisasi anggaran BGN dinilai masih sangat rendah, memunculkan dugaan adanya manipulasi dalam perolehan opini WTP tersebut.

Kecurigaan ini diungkapkan oleh Muazzim Akbar, anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PAN. Menurutnya, opini WTP yang diperoleh BGN perlu dipertanyakan serius. "Realisasi anggaran rata-rata hanya 59%, bagaimana bisa WTP tapi realisasi anggaran hanya sekian? Jangan-jangan WTP-nya dibikin-bikin," tegas Muazzim dalam RDP yang berlangsung di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (17/7/2026). Pernyataan ini menyiratkan keraguan mendalam terhadap integritas laporan keuangan BGN.

Audit BGN Dipertanyakan DPR: WTP Cuma Settingan?
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Senada dengan Muazzim, anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Golkar, Heru Cahyono, turut menyuarakan keprihatinan serupa. Heru menyoroti bahwa dalam laporan keuangan yang disampaikan BGN, masih ditemukan sejumlah catatan penting yang seharusnya menjadi perhatian. Adanya catatan ini semakin memperkuat dugaan bahwa opini WTP yang didapatkan BGN tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi keuangan yang sehat dan transparan.

Rapat dengar pendapat ini menjadi forum bagi Komisi IX untuk mendalami lebih lanjut kejanggalan laporan keuangan BGN. DPR mendesak BGN untuk memberikan penjelasan komprehensif terkait rendahnya realisasi anggaran yang kontras dengan opini WTP yang mereka banggakan. Publik menanti transparansi dan akuntabilitas dari BGN agar kepercayaan terhadap lembaga negara tetap terjaga.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar