suaramedia.id – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra baru-baru ini menerima audiensi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). Pertemuan ini menjadi sorotan setelah BEM SI menyampaikan lima tuntutan krusial, khususnya terkait perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang sebelumnya disuarakan dalam aksi unjuk rasa pada 12 Juni 2026. Yusril menegaskan komitmennya untuk melaporkan seluruh aspirasi mahasiswa langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Related Post
"Kami sangat terbuka untuk mendengarkan setiap aspirasi dari kalangan mahasiswa. Ini adalah bagian penting dari dialog yang kami bangun. Laporan lengkap mengenai pertemuan ini akan segera kami sampaikan kepada Bapak Presiden," ujar Yusril dalam keterangannya pada Kamis (18/6/2026). Ia menambahkan bahwa dialog ini merupakan kelanjutan dari respons pemerintah terhadap aksi unjuk rasa yang digelar BEM SI beberapa waktu lalu.

Lima poin tuntutan utama yang diusung BEM SI dalam aksinya mencakup:
- Penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
- Penurunan harga kebutuhan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM).
- Penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih.
- Penghentian militerisasi di ranah sipil.
- Desakan agar Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah.
Menariknya, dalam sesi dialog tersebut, Yusril secara spesifik meminta penjelasan lebih lanjut mengenai tuntutan terkait program MBG. Ia ingin memastikan apakah yang dimaksud mahasiswa adalah penghentian total program atau justru perbaikan pada aspek tata kelolanya. "Saya perlu klarifikasi mengenai lima tuntutan BEM, terutama pada program MBG. Apakah ini berarti penghentian total atau perbaikan?" tanya Yusril.
Perwakilan BEM SI kemudian memberikan pencerahan. Mereka menjelaskan bahwa fokus tuntutan mereka bukanlah penghentian total program MBG, melainkan perbaikan menyeluruh pada tata kelolanya. Mahasiswa mengakui bahwa program ini, meskipun memiliki potensi, masih memerlukan penyempurnaan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal dan tepat sasaran.
Yusril menambahkan bahwa program MBG sendiri merupakan inisiatif Presiden Prabowo yang bertujuan mulia, yakni meningkatkan gizi masyarakat Indonesia. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal, dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari pelaku usaha mikro, peternak, nelayan, hingga penyedia bahan pangan di berbagai daerah.







Tinggalkan komentar