Risiko Jabatan! Prabowo Beri Pesan Tegas ke Polisi
suaramedia.id – Presiden terpilih Prabowo Subianto melontarkan pernyataan yang memicu senyum namun sarat makna kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Dalam sebuah acara peresmian di Palmerah, Jakarta Barat, Prabowo secara blak-blakan menyebut bahwa kerap menjadi sasaran kritik dan masalah adalah bagian tak terpisahkan dari "risiko pekerjaan" seorang polisi.

Related Post

Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat sambutan dalam acara peresmian SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan Polri, Jumat lalu. Ia menekankan bahwa para anggota Polri harus tabah menghadapi kondisi tersebut, mengingat dinamika profesi yang diemban.
"Saya tahu saudara-saudara, polisi banyak jadi sasaran, itu risiko," ujar Prabowo, seraya menarik perbandingan dengan pengalaman pahit yang pernah dialami Tentara Nasional Indonesia (TNI) di masa lalu. "TNI juga dulu jadi sasaran, jenderal-jenderal yang paling hebat, paling jago dimaki-maki, dituduh penjahat perang, dituduh melanggar HAM," lanjutnya, merujuk pada tudingan-tudingan yang kerap dialamatkan kepada institusi pertahanan di masa lalu.
Namun, Prabowo dengan tegas membela rekam jejak TNI dari tuduhan-tuduhan tersebut. "Rasanya TNI nggak pernah ngebom rumah sakit, selama sejarahnya TNI. Rasanya TNI nggak pernah bom panti asuhan, rasanya TNI nggak pernah bom sekolah, nggak pernah bom gereja atau masjid," tegasnya, menyoroti perbedaan fundamental dalam operasi dan etika militer Indonesia.
Pernyataan Presiden ini, meski disampaikan dengan nada ringan, mengandung pesan kuat tentang ketabahan dan pemahaman akan dinamika profesi abdi negara. Ia seolah mengingatkan bahwa kritik dan tekanan adalah bagian tak terpisahkan dari tugas mulia menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sebuah profesi yang menuntut mental baja dan dedikasi tinggi.










Tinggalkan komentar