suaramedia.id – Jakarta, Jumlah pelamar untuk posisi Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di DKI Jakarta membeludak! Lebih dari tujuh ribu orang berminat mengisi posisi tersebut. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjamin proses rekrutmen akan berlangsung transparan dan bebas dari praktik nepotisme atau ‘orang dalam’.

Related Post
"Proses rekrutmen akan dilakukan secara transparan dan kita membuka diri terhadap berbagai masukan," tegas Pram, sapaan akrab Gubernur, Minggu (4/5), mengutip Antara. Ia menekankan bahwa hanya Gubernur DKI Jakarta yang berwenang menetapkan personel yang direkrut, melalui proses berjenjang dari lurah, camat hingga wali kota. "Sampai saat ini proses rekrutmen masih belum sampai di meja saya. Nanti setelah sampai di saya, akan saya buat secara transparan dan terbuka sehingga rumor tentang orang dalam, tak ada," tambahnya.

Meskipun jumlah pelamar jauh melampaui kebutuhan—sekitar seribu lebih posisi—Pramono memastikan tidak akan menambah kuota. "Jumlah pelamar ini sudah lebih dari komposisi yang dibutuhkan," ujarnya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri membuka rekrutmen 1.652 posisi PPSU baru pada tahun 2025 untuk mengisi kekosongan di berbagai kelurahan.
Saat ini, jumlah petugas PPSU aktif di Jakarta diperkirakan antara 10.687 hingga 18.960 orang, bervariasi tergantung kebutuhan masing-masing dari 267 kelurahan. Gaji yang ditawarkan pun cukup menarik, mengikuti Upah Minimum Provinsi (UMP) 2025 sebesar Rp5.396.791 per bulan, plus berbagai tunjangan seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan Tunjangan Hari Raya (THR). Kita tunggu saja bagaimana transparansi rekrutmen ini dijalankan.










Tinggalkan komentar