Tragedi Mbah Tupon: Lansia Buta Huruf Jadi Korban Mafia Tanah!

Tragedi Mbah Tupon: Lansia Buta Huruf Jadi Korban Mafia Tanah!

suaramedia.id – Mbah Tupon (68), seorang lansia buta huruf asal Bantul, Yogyakarta, kini hidup dalam kepiluan. Tanah warisan orang tuanya seluas 1.655 meter persegi raib di tangan diduga mafia tanah. Kisah pilu ini bermula dari kebaikan hati Mbah Tupon yang menjual sebagian tanahnya untuk membangun rumah anaknya. Namun, kebaikan itu justru menjadi celah bagi oknum yang tak bertanggung jawab.

Awalnya, Mbah Tupon menjual sekitar 298 meter persegi tanahnya kepada seorang mantan anggota dewan berinisial BR. Pembayaran dilakukan secara angsuran. BR kemudian menawarkan untuk memecah sisa tanah Mbah Tupon menjadi empat sertifikat, dengan dalih mempermudah urusan. Tanpa curiga, Mbah Tupon menandatangani sejumlah dokumen tanpa mengetahui isinya. Ia dibimbing oleh seorang perantara, T, untuk menandatangani dokumen di beberapa lokasi, namun tak satupun ia ingat. Bahkan, ia juga diminta membayar Rp5 juta untuk proses pembuatan sertifikat baru.

Tragedi Mbah Tupon: Lansia Buta Huruf Jadi Korban Mafia Tanah!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Janji BR tentang sertifikat baru tak kunjung ditepati. Kejutan pahit datang pada Maret 2024, ketika petugas PT Permodalan Nasional Madani (PNM) datang dan memberitahu bahwa tanah Mbah Tupon telah dilelang. Tanpa sepengetahuan keluarga, sertifikat tanah telah dijaminkan ke PNM senilai Rp1,5 miliar dan atas nama seseorang berinisial IF.

Keluarga Mbah Tupon mendapati kejanggalan, karena tak pernah ada survei lapangan dari pihak bank untuk memverifikasi kepemilikan tanah tersebut. Mereka menduga kuat telah terjadi praktik mafia tanah. Setelah melaporkan kejadian ini ke polisi, BR, T, dan dua notaris, TR dan AR, kini menjadi terlapor atas dugaan keterlibatan dalam kasus ini. Pihak suaramedia.id telah berupaya menghubungi PT PNM untuk konfirmasi, namun belum mendapat respons. Kisah Mbah Tupon menjadi pengingat betapa rentannya masyarakat, terutama mereka yang buta huruf, menjadi korban kejahatan tanah.

Bayu Nata
Author: Bayu Nata

jurnalis di Suara Media yang fokus pada isu-isu sosial-politik dan tata kelola pemerintahan daerah. Tulisannya sering menyoroti kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan perkembangan dinamika politik di tingkat regional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar